[Fanfiction] Suga White (Parody of Snow White) chapt 1

Suga White


*Author : Sapphire Tee
*Cast : Suga BTS as Princess Min Sug | Rap Monster BTS as Joonie (Witch Monster; step mother) | Jin BTS as Prince Jin | Jungkook BTS as Jeon Kook (hunter) | J-Hope and V as dwarf Hope and dwarf Taetae | Jimin BTS as Minnie (Mirror)
*Genre : Comedy, Fairytale, AU
*Duration : Two Shoot
*Rating : G, Kids, PG

Summary : Kalian mungkin sudah biasa dengan cerita Snow White biasa. Namun jika pemeran Snow White adalah Bangtan Boys, masih sanggup berkata bosan?

 

Note+disclaimer = fanfic ini dpt idenya dari cerita Snow White + bercandaan sama temen. Sengaja ngasih Bangtan oppadeul jadi castnya:3 Cast belong to God and iBighit ent kecuali Jimin milik author /slapped. Dont plagiat, RCL juseyoooo~

WARNING! TOKOH OUT OF CHARACTER ASLI, CERITA SNOW WHITE MENGALAMI PERUBAHAN, TYPOS TYPOS EVERYWHERE!


Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang putri seputih salju, sebaik bidadari, secantik dewi aphrodite, dan suara semerdu burung bernama Putri Min Suga atau biasa dipanggil Putri Minsug. Putri yang malang. Ia ditinggal oleh kedua orang tuanya saat umurnya masih sangat belia.

Di tengah kesedihan yang berturut-turut(?) datanglah Joonie atau biasa dipanggil Witch Monster, adik dari ayahnya. Joonie melamarkan diri (?) menjadi ibu bagi Minsug. Tujuannya apalagi selain menjadi penguasa di negerinya. Karena Minsug takut kesepian tanpa ortu di sampingnya, ia menerima Joonie menjadi ibunya. Mereka tinggal bersama di gubuk tua milik Minsug yang dulunya adalah istana megah. Joonie yang menginginkan tinggal di istana menyulap gubuk tua itu menjadi istana megah. Minsug hanya terkejut melihat gubuknya yang berubah.

“Minsug-ah, berjanjilah satu hal padaku. Jangan pernah menguping kamarku tiap malam. Arasseo?”pinta Joonie pada Minsug. Putri pun menyetujuinya karena ia rela melakukan apa aja demi tidak sendirian.

Malam harinya, ibu tiri Minsug tidak mengikuti makan malam bersama Minsug. Terpaksa Minsug makan malam bersama pelayan-pelayannya yang setia dan Jeon Kook sang pemburu kerajaan yang masih setia padanya. Kejadian Joonie tidak makan malam terjadi terus menerus. Hal ini mengundang kecurigaan dan kekhawatiran di benak Putri Minsug.

Suatu malam, Putri Minsug sengaja melewatkan makan malamnya untuk menyelidiki apa yang dilakukan oleh ibu tirinya. Dia memutuskan untuk menguping dari balik pintu Joonie untuk mengetahui apa sesungguhnya yang dilakukan Joonie. Begitu sampai di depan pintu kamar Joonie dan Minsug telah siap menguping….

“Cermin, oh cermin. Katakan padaku siapakah yang paling cantik~”tanya Joonie pada cermin ajaibnya.

“Oh, tentu saja itu anda, Yang Mulia,”sahut sang cermin.

“Kau memang cermin yang baik, Minnie ah~” lalu kedua makhluk tersebut tertawa terbahak-bahak.

In other side….

“Apa sih yang dilakukan eomma?”tanya Minsug dalam hatinya. Minsug semakin penasaran dengan apa yang dilakukan Joonie. Ia makin memajukan badannya. Tanpa sadar ia menyenggol vas bunga di sebelah kamar Joonie dan sukses membuat vas itu pecah berkeping-keping.

PRANG!

Minsug semakin bertambah putih karena ketakutan ketahuan oleh ibu tirinya. Sementara Joonie dan Minnie sang cermin ketakutan karena ada yang mendengar percakapan mereka. Dibakar emosi, Joonie berlari menuju luar kamarnya. Entah sudah keberapa kali ia hampir tersandung rok panjangnya sendiri saking emosinya. Hilang sudah image Joonie yang anggun. Emosi Joonie semakin meningkat takkala melihat Putri Minsug ada di depan kamarnya. Putri Minsug menjadi sangat ketakutan ketika melihat wajah Joonie yang sangat merah. Crap, belum dengar apa-apa sudah ketahuan. Aduh bakal kena amuk monster nih, pikir Putri Minsug.

“APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI HUH?! BERANI SEKALI KAU MENGUPING EOH?! JEON KOOK! KEMARI KAU!”amuk Joonie. Dia juga memanggil sang pemburu setia, Jeon Kook. Jeon Kook yang sedang asik makan mendadak menyemburkan makanannya ketika mendengar teriakan Joonie yang menggelegar badai halilintar tornado terowongan casablanca ala syahrini cetar membahana ulala (?). Dengan bersungut-sungut ia berlari menuju sumber suara yang menggelegar badai halilintar tornado terowongan casablanca ala syahrini cetar membahana ulala itu (t/n : ceritanya kok makin absurd@–@). Setelah memutari istana megah itu sebanyak 7 kali ala thawaf saat haji Jeon Kook akhirnya menemukan sumber suara yang-jangan-paksa-author-untuk-menuliskannya-lagi di depan kamar Joonie. Ia pun terkejut melihat wajah Joonie yang merah dan wajah Putri Minsug sangat putih. Wajah mereka sangat persis dengan bendera merah putih.

“JEON KOOK-AH! BAWA GADIS PELANGGAR JANJI INI KE HUTAN! BUNUH DIA DENGAN PEDANG DAN SENJATAMU!”perintah Joonie pada Jeon Kook.

Jeon Kook yang sesungguhnya menyukai Putri Minsug terkejut dengan perintah Joonie. Tapi dia sadar bahwa dia adalah seorang anak buah biasa yang tak semestinya melanggar perintah majikannya. Dengan susah payah Jeon Kook mengangguk dan menarik tangan Minsug yang masih terkejut dengan semua ini. Tak lupa dia mengambil senjatanya yang tergantung di dinding istana. Joonie yang puas dengan adegan itu kembali masuk ke kamarnya dan melanjutkan acara malamnya. Sementara itu Jeon Kook dan Putri Minsug asik berlari-larian (?) di hutan seperti film-film bollywood (t/n : ampun cerita tambah absurd-_-).

Jeon Kook sejak keluar dari istana tadi berusaha keras untuk tidak menangis meraung-raung. Dia juga memikirkan bagaimana caranya mempertahankan hidup Putri Minsug yang telah pasrah di belakangnya. Begitu sampai di tengah hutan, Jeon Kook telah siap untuk membunuh Putri Minsug yang telah terduduk dengan pasrah di depannya. Belum sempat Jeon Kook menebaskan pedangnya kepada Minsug, muncul 2 makhluk mungil yang sedang asik berbincang satu sama lain. Mereka adalah kurcaci yang tinggal di hutan itu. Kedua kurcaci itu segera berteriak melihat adegan hampir-pembunuhan Putri Minsug.

“KYAAAKKK! Jangan bunuh Putri secantik diaaa!!” teriak kurcaci yang imut dan memiliki rambut seperti surai singa. Jeon Kook sontak melemparkan pedangnya ke samping.

“Tega sekali kau membunuh Putri! Dia masih muda, masih cantik, masih hidupp;-; Binatang di hutan ini banyak. Burulah mereka jangan Putri!”jerit kurcaci yang satunya yang berambut hitam legam dan berponi.

“Hope hyuungg, kau tega sekali mengorbankan binatang di hutan ini demi nyawa seorang manusia eoh?”bentak si kurcaci bersurai kepada kurcaci berambut hitam yang namanya adalah Hope.

“Tae Tae, relakanlah satu binatang daripada putri yang cantik dan masih muda itu yang dibunuh!”balas Hope kepada Tae Tae, kurcaci bersurai. Tae Tae tampak berfikir keras, lalu mendatangi Jeon Kook dan Putri Minsug.

“Hai pemburu! Kenapa kau ingin membunuh sang putri?”tanya Tae Tae.

“Begindang, kurcaci. Ratu menginginkan eike buat ngebunuh nih Putri nan cantik jelita. Eike nggak bisa nolak juga permintaan tuh ratu sialan, karena eike cuman pemburu biasa bernama Jeon Kook yang harus nurutin permintaan majikan,”cerita Jeon Kook.

“Jeon Kook-ah, jangan pake nada bencis gitcyuh deh aah,”sahut Minsug tak kalah bancinya.

Mendengar logat banci si Jeon Kook dan Minsug, Hope yang sedari tadi hanya melihat ikut ngobrol bareng mereka.

“Eh cyiiinn, biasa mangkal dimanceeee?”kata Hope.

“Eike sih cuman di hutan-hutan ini ajaah. Lumayaan kalo ada pangeran gantengg gituh cinn yang lewatt:33 “jawab Minsug dengan tangan di kibas-kibaskan.

“Eike sih lebih elite getooh,”kata Jeon Kook bangga.

“Dimance dimance uuhh?”jerit Minsug dan Hope dengan suara yang memekakkan telinga Tae Tae (yang kebetulan dia masih normal alhamdulillah-_-).

“Ituuh jengg di pinggiran lumpur lapindo:3 hot dehh disana:33″aku Jeon Kook. Minsug dan Hope makin histeris. Sementara Tae Tae hanya bisa menghela nafas mendengar bincang-bincang 3 orang banci di depannya yang tiap detiknya makin parah. Selang 10 menit kemudian, Tae Tae membentak mereka.

“YA! BISAKAH KALIAN BERHENTI BERBAHASA SEAKAN KALIAN BUKAN COWOK EOH?!” para lelaki berlogat banci tadi langsung menciut mendengar bentakan Tae Tae.

“Untuk masalahmu, Jeon Kook dan Putri Minsug. Bagaimana kalau kau, Jeon Kook, membunuh satu binatang terserah apa saja. Dan Putri Minsug bersembunyi di rumah kami. Bagaimana?”usul Tae Tae dengan nada penuh emosi. Sementara Jeon Kook, Minsug, dan Hope pada mengangguk perlahan lantaran masih takut dengan Tae Tae.

Jeon Kook pun melakukan apa yang diusulkan Tae Tae, sementara Minsug mengikuti Tae Tae dan Hope ke rumah kurcaci mereka berdua. Setelah membunuh binatang, Jeon Kook pun pulang dan melaporkannya kepada Joonie. Joonie tersenyum puas karena laporan Jeon Kook. Malamnya, Joonie curhat-curhatan dengan cerminnya, Minnie.

“Minnie-ah, si putri sudah mati sekarang. Aku bisa menguasai kerajaan ini sepuasku~”cerita Joonie pada Minnie.

“Anii, dia belum mati. Dia masih hidup bersama 2 kurcaci di hutan. Jeon Kook tidak membunuhnya,”Joonie sontak emosi dengan penuturan Minnie. Apa yang dikatakan Minnie pasti benar adanya.

Tapi darah di pedang Jeon Kook tadi…

“Darah di pedang Jeon Kook bukanlah darah manusia, namun sebuah binatang yang dibunuh Jeon Kook untuk mengelabui nyonya,”tutur Minnie lagi yang membuat Joonie semakin emosi.

“Jeon Kook, berani sekali kau mengelabuiku. Dasar pemburu sialan,”geram Joonie. Perlahan namun pasti Joonie mengambil tongkat sihirnya dan bergegas menuju kamar Jeon Kook untuk mengutuknya. Jeon Kook sedang asik mendengarkan lagu dari Bangtan Boys – Rise of Bangtan. Dia tidak mengetahui bahwa Joonie sedang menuju kamarnya untuk membunuhnya.

“Uriga nugu, nugu? Jingyeoki bangtan~ yehett~ uh cucok deh~”Jeon Kook menyanyikan lagu yang ia dengarkan dengan diselingi kata ‘Yehet’ dari idolanya, Sehun EXO (inget disini Jeon Kook termasuk 3 banci yang sempat menggosip di hutan). BRAK! Jantung Jeon Kook serasa copot seperti pintu kamarnya sekarang yang hancur karena Joonie.

“JEON KOOK! BERANI SEKALI KAU MENGELABUIKU! AKAN KUKUTUK KAU MENJADI BATU!”Joonie mengayunkan tongkatnya.

“Bundoo, jangan lah kau kutuk aku menjadi batu,”sahut Jeon Kook ala ala cerita Maling Kutang..eh Malin Kundang._. (author lawak ih._.)

“Tak ade tapi-tapian. Jadilah kau batu, MALIIN! Eh, JEON KOOKK!”sepertinya Joonie juga suka membaca cerita Malin Kundang hingga salah menyebut nama Jeon Kook. Jeon Kook yang belum sempat mengatakan sesuatu lagi sudah berubah menjadi batu.

Tugas Joonie untuk mengatasi Jeon Kook pun sudah selesai. Tinggal cara mengatasi Minsug. “Tak akan aku biarkan seseorang yang menguping kamarku tetap hidup. Minsugg, aku jamin kau akan merasakan ajalmu secepatnya. HUAHAHAHAHA!”teriak Joonie dengan tawa lantang.

Bagaimanakah nasib Minsug?

Advertisements

2 thoughts on “[Fanfiction] Suga White (Parody of Snow White) chapt 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s