[Fanfiction] Suga White (Parody of Snow White) chapt 2

 

Suga White

*Author : Sapphire Tee
*Cast : Suga BTS as Princess Min Sug | Rap Monster BTS as Joonie (Witch Monster; step mother) | Jin BTS as Prince Jin | Jungkook BTS as Jeon Kook (hunter) | J-Hope and V as dwarf Hope and dwarf Taetae | Jimin BTS as Minnie (Mirror)
*Genre : Comedy, Fairytale, AU
*Duration : Two Shoot
*Rating : G, Kids, PG

Summary : Kalian mungkin sudah biasa dengan cerita Snow White biasa. Namun jika pemeran Snow White adalah Bangtan Boys, masih sanggup berkata bosan?

Note+disclaimer = fanfic ini dpt idenya dari cerita Snow White + bercandaan sama temen. Sengaja ngasih Bangtan oppadeul jadi castnya:3 Cast belong to God and iBighit ent kecuali Jimin milik author /slapped. Dont plagiat, RCL juseyoooo~

WARNING! TOKOH OUT OF CHARACTER ASLI, CERITA SNOW WHITE MENGALAMI PERUBAHAN, TYPOS TYPOS EVERYWHERE!


 

read chapter 1 here

.
.
.
.
SapphireTee©
.
.
.
.

Sementara Joonie asyik tertawa dan Jeon Kook asyik menjadi batu (t/n : sejak kapan ada orang yang asyik jadi batu please-_- ) Putri Minsug asyik bermain dan mengobrol dengan Tae Tae. Walau sesungguhnya Minsug hanya mengobrol dan bermin dengan Hope, kawan sesama bancinya, karena Tae Tae sedari tadi hanya tidur (sesungguhnya dia berpura-pura tidur karena tidak tahan dengan logat banci Minsug dan Hope).

Setelah hampir berdetik-detik Minsug dan Hope saling menceritakan tentang aksi mangkal mereka yang tidak pernah ketahuan, terdengar ketukan di rumah kurcaci itu. Dengan menggurutu karena tidurnya terganggu (well, pada akhirnya dia tertidur juga) Tae Tae membuka pintu dan menemukan seorang Nenek-Nenek penjual apel. Minsug yang menyukai apel segera menyerbu Nenek tua tersebut.

“Halo, Nek,”sapa Minsug dengan nada anggunnya yang dulu /?.

“Halo juga, Putri Minsug yang cantik jelita,”sapa balik si Nenek penjual apel.

“Eum, bolehkah aku membeli satu buah apelmu? Apel-apel yang Nenek jual sangatlah ranum,”puji Putri Minsug sambil susah payah menahan air liurnya yang menetes. Bagaimana pun dia adalah seorang putri yang tersakiti.

Berbahagialah kau, Minsug. Karena Hope dan Tae Tae sudah membuat basah lantai rumah mereka dengan air liur yang tidak bisa mereka tahan.

“Tentu saja, Putri. Ini yang paling ranum,”sang Nenek mengambil satu buah apel di keranjangnya yang memang sangat ranum. “Ini Nenek khususkan untuk Putri yang cantik jelita di depan ini,”lanjut sang Nenek yang tidak gagal membuat pipi Minsug memerah semerah apel.

“Tapi, nek.. Jujur aku tidak punya u…,”

“Ohoho, ini gratis untuk Yang Mulia Putri. Terimalah,”potong sang Nenek sebelum kalimat pengakuan ketipisan uang Minsug. Minsug terlonjat saat mendengar kata gratis dan merebut apel di tangan Nenek dan bersiap memakannya dengan mengabaikan banjir air liur di belakangnya.

Kena kau, Putri sialan, begitulah pikir sang Nenek yang ternyata adalah Joonie yang menyamar. Apel yang akan kau makan itu sudah kububuhi racun. Lalu kau akan mati, Minsug-ah hahahaha,lanjut batin Joonie. Dalam hati ia sudah tertawa terbahak-bahak.

Oh Putri Minsug, jangan kau makan apel itu atau kau tidak bisa mangkal lagi.

Putri Minsug telah menggigit sepotong apel itu. Saat apel tadi memasuki kerongkongannya, Minsug tersedak. Tae Tae yang baik hati segera mengambilkan air putih di bawahnya (ingat kan tadi di bawah Tae Tae dan Hope ada genangan apa~) lalu bergegas memberikannya kepada Putri Minsug. Namun terlambat, Putri Minsug telah jatuh pingsan. Sontak Hope berhenti menciptakan banjir air liur sementara Tae Tae memecahkan gelas yang ia pegang.

“PUTRI!” teriak mereka berdua. Sementara Joonie membuka kedoknya dan tertawa.

“HAHAHAHA! AKHIRNYA BERHASIL KU LENYAPKAN KAU, PUTRI MIN SUGA!”Joonie tampak sangat bahagia lalu kembali ke istana sambil menari-nari bahagia. Sementara Hope dan Tae Tae terduduk dan bersedih.

“Oh Putri Minsug yang malang huhuhu,”tangis Hope tanpa logat bancinya. Ia menambah genangan banjir air liur tadi dengan air matanya. Tae Tae hanya terpekur lalu mengangkat badan Minsug ke depan rumah mereka. Tae Tae membaringkan Putri Minsug di atas potongan kayu yang biasa digunakannya untuk tidur siang. Dia merapikan posisi Putri Minsug agar posisinya nyaman. Hope yang telah berhenti membuat banjir membantu Tae Tae sambil sedikit sesegukan.

Berhari-hari kemudian, tubuh Putri Minsug masih saja terbujur kaku dan bernafas di atas kayu. Tae Tae dan Hope masih saja bersedih. Jeon Kook masih saja menjadi batu. Lalu Joonie dan Minnie masih asyik berpesta (bayangkan cermin berpesta._. ).

“Joonie-ah, ingatlah. Jika Minsug berhasil bangun, maka kau akan lenyap. Kau sih pakai acara membuat racun dengan seluruh nyawamu,”kata Minnie malam itu. Khawatir tentu saja. Karena dia adalah sosok lain Joonie. Jika Joonie hilang maka dia juga hancur dan tiada.

“Tenang saja, Minnie~ Dia tidak akan terbangun,”sahut Joonie santai. Minnie hanya menghela nafas mendengar sahutan Joonie.

“Tidak juga. Sekarang ada seorang pangeran yang mendekati Putri Minsug. Kau tahu Pangeran Jin kan? Pangeran yang diam-diam menyukai Putri Minsug, yang sangat disukai Putri Minsug hingga ia rela mangkal di jalan yang dilewati Jin demi bertemu dengannya?”Joonie sontak terkejut dengan perkataan Minnie. Dia tidak percaya.

Tentu saja dia kenal Pangeran Jin. Dia adalah pangeran tertampan sepanjang yang ia tahu. Dia juga tahu Minsug menyukai Jin, begitu pula sebaliknya. Bisa dibilang mereka saling menyukai.

Minnie tahu apa yang dipikiran Majikannya. Dia menayangkan secara live (live streaming nih ceritanya) apa yang sedang terjadi. Joonie hanya bisa terdiam membatu seperti Jeon Kook saat melihatnya.

Penasaran dengan yang terjadi di hutan? Mari kita pindah tkp ke hutan~~

Di hutan….

“Oh, Minsug-ah? Kenapa kau bisa tertidur di atas kayu seperti ini dengan dijaga 2 kurcaci manis ini?”tanya Pangeran Jin sambil mengelus wajah Putri Minsug. Dia bisa ada di tempat Putri Minsug karena dia penasaran kenapa dia tidak melihat Putri Minsug belakangan ini. Kebetulan saat dia menunggu di tempat biasa dia bertemu Minsug, dia berjumpa dengan Tae Tae dan Hope. Jadi tibalah dia disini.

“Apa yang bisa kulakukan untuk membangunkanmu, Minsug-ah? Haruskah aku menciummu untuk membangunkanmu?”air mata kini mulai mengalir dari pipi Jin, tanda bahwa dia bersungguh-sungguh menyukai, ah bukan, mencintai Putri Minsug.

Melihat adegan Pangeran Jin, Hope dan Tae Tae saling berpelukan dan menangis bersama. Mereka jelas kehilangan putri sebaik Minsug. Apalagi Hope yang kehilangan teman mangkalnya.

Perlahan namun pasti, Jin mulai mencium kening Minsug. Entah ada keajaiban apa, seketika Putri Minsug tersadar. Keajaiban cinta mungkin ._.

“Oh, dimana aku? Ah, Pangeran Jin?”Minsug sangat merasa kebingungan dengan keadaannya sekarang. Apalagi melihat Pangeran Jin dan Tae Tae serta Hope yang banjir air mata.

“PUTRI KAU BANGUN?”teriak 4 orang sekaligus.

Wait, 4? Bukannya cuman 3?

“Jeon Kook? Sejak kapan kau di sini?”tanya Tae Tae pada Jeon Kook yang ternyata bebas dari kutukan dan tiba-tiba ada di dekat mereka.

“Eh? Aku? Tidak tahu._. ”Jeon Kook pun tidak tau mengapa dia bisa disini.

Tanpa memikirkan yang lain, Jin segera memeluk Minsug yang makin terkejut. Teriakan 2 banci dan 1 laki-laki normal kembal terdengar.

“Syukurlah kau bangun. Ayo kita ke istanaku. Sudah lama aku ingin menikahimu, Minsug-ah…,”lirih Jin yang sukses membuat Minsug terpaku dan tanpa sadar mengiyakan. Lalu makhluk pemberi backsound sedari tadi tanpa bayaran bersorak kegirangan.

Mereka semua pun hidup bahagia. Tae Tae dan Hope tetap di rumah mereka dan hidup berbahagia. Jeon Kook melamarkan diri menjadi pemeran Malin Kundang di kota dan dia diterima. Lalu Jin dan Minsug hidup bahagia menjadi suami-istri.

Tunggu, lalu Joonie dan Minnie?

Tentu saja mereka lenyap tak bersisa saat Minsug membuka matanya. Joonie menghilang, semua sihirnya pun lenyap. Istana Joonie dan Minsug juga lenyap. Dan semua orang melupakan mereka seperti mereka tidak pernah ada.

Yaaa, pada akhirnya yang baik akan bahagia kan? :3

————

EPILOG

“Bagaimana karanganku? Keren kan?”tanya V BTS pada semua rekannya.

“Uhm, iya sih. Uh aku jadi pangeran~ Makasih V~”jawab Jin sambil memeluk V brotherly.

“Bagus sih bagus. TAPI KENAPA AKU ADA ADEGAN BANJIR AIR LIUR DAN AIR MATA? BANCI PULA! YA KIM TAEHYUNG!”komentar J-Hope pada V dengan nada tinggi. Belum sempat V menjelaskan, terdengar komentar yang lain.

“YA KIM TAEHYUNG! JAHAT SEKALI KAU MEMBUATKU MENJADI PUTRI! APA AKU KURANG MANLY HUH?”-Suga.

“APA BANGET AKU JADI CERMIN. JADI KLONINGANNYA RAPMON HYUNG LAGI. YA!”-Jimin.

“KIM TAEHYUNG! AKU SALAH APA PADAMU HINGGA MENJADIKANKU PENYIHIR JAHAT DAN BURUK RUPA HUH?”-Rap Monster.

“AH HYUUUNG, KENAPA AKU JADI ALAY DAN BANCI BEGINDAANG. MALIN KUNDANG APAAN LAGI-_- DAN SEJAK KAPAN AKU NGEFANS DENGAN SEHUN SUNBAENIM! HYUNG, TANGGUNG JAWAB!“-Jungkook.

Sementara 5 orang itu sibuk memprotes, Jin dan V telah masuk kamar dan menguncinya untuk menyelamatkan mereka dari amukan 5 orang di luar. Saat Jimin menyadari kaburnya mereka, mereka segera menyerbu kamar sambil terus menggerutu.

“YA! KIM TAEHYUNG-SSI!”

——끝—–

Akhirnyaaa nih fanfic selesai :3 absurd ya kkk._. hati-hati jangan membacanya sambil makan atau minum._.

안~~~녕!! ^^ *lambai tangan bareng Byun Baek*

Advertisements

One thought on “[Fanfiction] Suga White (Parody of Snow White) chapt 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s