[Fanfiction] *STAGE SERIES* A Coffee (Topp Dogg’s Lion Stage)

A Coffee

alphastee goodbye fanfiction, with Stage Series. Time for Topp Dogg! Starring Topp Dogg’s Lion «GOHN, YANO, SEOGOONG, JENISSI» and OC Team’s Oh Saram! Storyline and poster credit to me. Let’s spread ToppDogg’s Indonesian Fanfiction!

-※-

Mochacinno, Americano, Caramel Machiato, Black Coffee. Among those coffee, what’s your favorite coffee?

YANO’s

Aku mengelap meja dengan bersenandung riang. Sesekali aku melakukan freestyle rap untuk melatih kemampuan rapku. Untung belum ada pelanggan yang masuk hehe.

Cafe tempatku bekerja baru akan buka sekitar 10 menit lagi. Dan masih ada 10 meja yang menunggu untuk dimandikan.

Sepertinya aku terlalu santai, pikirku menatap meja-meja yang belum tersentuh lap merah di tanganku. Aku mengeluarkan jurus rahasiaku kalau masih ada meja yang belum dibersihkan sementara waktu terus berjalan.

Yup, membersihkan kilat.

Syukurlah aku memakai roll skateku yang  sukses mempercepat kerjaku. 9 menit lebih 59 detik berikutnya aku sudah selesai dengan meja terakhir.

“Yak! Waktunya buka!~”teriak Dongsung hyung, atau lebih sering dipanggil Gohn hyung. Taeyang hyu… Maksudku Jenissi hyung -sepertinya aku harus membiasakan diri memanggil mereka dengan nama panggilan mereka- mulai keluar dari ruang ganti dengan menguap lebar.

Sepertinya hyung tidur di ruang ganti lagi.

Di balik Jenissi hyung, keluar seraut muka sebal dari Hyunho hyung a.k.a Seogoong hyung.

“Lain kali tidur di rumah sana! Cafeku bukan hotel tahu, hyung!”bentak Seo hyung. Yeah, ini cafe milik Seo hyung. Jenissi hyung hanya menguap lebar lalu kabur ke kamar mandi untuk cuci muka. Aku merapikan peralatan bersih-bersihku.

“SELAMAT DATANG!” teriak Gohn hyung yang bertugas menjadi penyambut tamu dan pelayan. Aku baru saja kembali ke posisiku di belakang mesin pembuat kopi dengan Jenissi hyung di sampingku. Sementara Seo hyung sudah siap di kasir.

Hanya ada 4 pegawai. Dikit, ya? Entahlah mengapa Seo hyung tidak merekrut pegawai tambahan.

Lion Cafe -nama cafe Seo hyung ini- mulai rame menjelang sore. Aku, Gohn hyung, dan Jenissi hyung mulai sibuk melayani. Seo hyung sekali-kali membantu Gohn hyung -That’s no use because Gohn hyung is a fast person-.

Aku mendengar pintu terbuka tanpa sambutan suara Gohn hyung. Aku melirik hyung yang masih sibuk melayani seorang pelanggan. Terpaksa aku yang menyambutnya.

Aku mendongak dengan tujuan melihat yang datang sambil berteriak, “SELAMAT DAT….”

Sambutanku belum sempat selesai saat melihat siapa yang datang.

Yeoja.
Rambut hitam gelap yang tertutup snapback merah. Badannya mungil dan terselimuti sebuah raglan hitam dan varsity merah. Kakinya terbalut celana pendek berwarna hitam dan stocking tattoo dengan skull di betis kanan. Sepatunya wedges sneakers merah-hitam dengan studed di atasnya.

Heran kenapa aku tahu banyak tentang fashion untuk ukuran seorang laki-laki tulen? Salahkan adik perempuanku yang sering membicarakan itu di depanku.

Dibandingkan hal itu, aku hanya bisa melongo melihat gadis itu.

Terpesona.

Saking aku terpesonanya, aku tidak sadar telah menuang creamer terlalu banyak hingga meluber ke pinggir gelas.

Jika tidak diingatkan Jenissi hyung, aku mungkin tetap terus menuang creamer hingga cafe Seo hyung tenggelam dalam creamer dan aku dipecat.

-※-

JENISSI’s

“SELAMAT DAT…” aku menoleh ke arah hoobae baristaku di sebelah. Sambil menuang creamer ia terus menatap ke arah pintu.

Creamernya mulai meluap dan itu berbahaya.

“Seo Sangwon-ssi! Ya Yano-a!”bentakku untuk menyadarkan dia. Yano buru-buru menarik tangannya setelah sadar. Setelah menaruh creamer, mata Yano kembali menatap ke suatu titik. Aku mencoba mengikuti arah pandang Yano.

Kesalahan besar.

Benar-benar besar.

Ia menatap seorang yeoja dengan varsity merah yang duduk di pinggir jendela. Yeoja tersebut sedang dilayani oleh Seogoong.

Yeoppuda.

Astaga, aku jadi tertular Yano, terpesona pada gadis itu.

Aku harus tetap professional dengan pekerjaanku sebagai barista.

Yeoja itu memesan cukup banyak sepertinya. Aku melihat Seogoong berkali-kali menanyakan pesanan gadis itu, untuk mengecek benar tidaknya pesanan tersebut.

Seogoong datang dengan raut muka bingung.

“Mochacinno 1, Americano 1, Caramel Machiato 1, Black Coffee 1, Tiramisu 5 porsi, dan Chocolate Mouse 5,”susah payah Seogoong membacakan pesanan sang gadis. Tuh kan dugaanku benar. Yeoja itu memesan cukup banyak untuk ukuran 1 orang yeoja.

“Caramel machiato? Wah, yeoja itu suka kopi yang sama denganku,”seru Yano riang sambil mengeluarkan mouse dan tiramisu dari rak.

“Heung? Excuse me, dia juga pesan black coffee favoritku,”sahutku dingin.

“Hello, Sangwon-ssi, Taeyang-ssi! Dia juga pesan Mochacino favoritku,”sahut Seogoong kesal. Gohn datang memisah perdebatan kita.

“Daripada kalian debat, kenapa kalian tidak membuat pesanan yeoja itu?”sahutnya sambil menggebrak meja dengan nampan.

Ah iya, benar kata-katanya. Aku harus tetap professional dengan pekerjaanku.

Tapi yeoja itu kenapa memesan sebanyak itu?

-※-

SEOGOONG’s

Aku membaca ulang pesanan nona Oh Saram, si yeoja yang duduk di dekat jendela. Yano dan Jenissi hyung bekerja cekatan. Aku memperhatikan kerja mereka sambil tersenyum. Tidak salah aku merekrut mereka.

Sesekali mereka menoleh ke nona Oh. Ck, mereka juga terpesona rupanya.

“Seo hyung, tadi dia pesan Mochacinno atau Cappucinno?”tanya Yano. Pekerjaku yang satu ini memang pelupa.

“Mocha,”jawabku singkat. Jenissi hyung meletakkan black coffee dan americano di nampanku. Beberapa detik kemudian gantian Yano yang meletakkan mochacinno dan caramel machiato. Nampanku sudah penuh dengan cangkir-cangkir kopi ini, bagaimana dengan cake-cake ini?

Syukurlah Gohn orang yang peka. Dia datang ke pantry dan menaruh cake-cake tersebut di nampannya.

“Kajja! Kita nggak mungkin bikin yeoja cantik itu menunggu lebih lama lagi,”ajaknya. Aku dan dia mengantarkan pesanan nona Oh dalam diam. Yeah, pantry dan tempat duduk nona Oh cukup jauh.

Gohn melihat ke arah nampanku dan menemukan Americano favoritnya. Aku melirik Gohn. Aku sudah menebak apa yang akan dia ucapkan.

“Jangan bilang ‘dia pesan Americano favoritku’,”aku meniru bahasa Gohn. Dia hanya tersenyum sambil bersenandung riang.

Kami telah tiba di meja nona Oh. Dia menatap kami dan tersenyum.

Dan aku terpesona.

Nampanku mulai bergetar.

Eotteohkaji?

Tidak, Park Hyunho. Kamu tidak boleh sampai menjatuhkan nampan.

“Pesanan Anda, nona,”sapa Gohn ramah. Kami meletakkan pesanan nona Oh.

Aku jadi penasaran mengapa dia memesan sebanyak ini.

“Aduh maaf ya pesananku banyak. Kamsahamnida,”sahut nona Oh membantu kami meletakkan pesanannya.

“Ng, boleh saya bertanya, nona? Kenapa Anda memesan sebanyak ini? Apa Anda akan menghabiskannya sendiri atau Anda menunggu seseorang untuk menghabiskan bersama?”tanya Gohn.

Uh oh. Damn Gohn with his mouth.

Nona Oh hanya tertawa pelan.

“Tidak apa-apa, kan? Saya hanya lagi mood untuk minum kopi,”jawabnya. Kami kemudian pamit kembali kerja. Sesekali aku menoleh ke arahnya.

“Dia pesan mochacinno favoritku. That’s called fate maybe haha,”canda Gohn begitu kami kembali ke pantry.

Uh-oh, jangan mulai lagi.

-※-

GOHN’s

“Dia pesan Americano favoritku. That’s called fate maybe haha,”candaku begitu kembali ke meja pantry. Yano, Jenissi hyung, dan Seogoong menatapku tajam.

“Hyung, dia juga pesan caramel machiato favoritku! Itu artinya aku yang fatenya!”jerit Yano pelan.

“Ekhem, dia juga pesan black coffee favoritku by the way,“sergah Jenissi hyung santai.

“Hei, dia juga pesan Mochacinno! Aku juga suka!”ucap Seogoong tajam.

Kami asyik berdebat tentang yeoja itu hingga bunyi pintu dan suara yeoja itu sampai di telinga kami.

“Oh, oppadeul sudah datang? Lama sekali,”kata yeoja itu. Kami menoleh ke arahnya dan melihat di depan yeoja itu ada 4 orang namja berbagai macam. Yang berkacamata mengambil black coffee dan menyeruputnya pelan.

“You know me so well, Saram-a. I love black coffee,”entah efek apa kami berempat mampu mendengar perkataan namja itu. Yeoja itu -yang dipanggil Saram- hanya terkekeh. Aku melirik ke arah Jenissi hyung yang memasang wajah pasrah kemudian masuk ruang ganti.

“Caramel machiato?!”jerit namja imut di sebelah namja black coffee tadi. Kemudian dia meminum caramel machiato dengan semangat. Berbanding terbalik dengan Yano yang mendadak lesu.

Dua namja yang lain malah asyik berebut mochacinno. Giliran Seogoong yang lesu.

Kami berempat mendesah melihat adegan tersebut. Kemudian hening.

“Jadi bukan yeoja itu yang minum kopi,”ucap Yano memecah keheningan di antara kami. Kami mendesah lagi dan lagi.

Jenissi hyung datang membawa 4 cangkir kopi. Americano, black coffee, caramel machiato, dan mochacinno.

“Aku yakin kalian semua terpesona dengan yeoja itu. Sama, aku juga. Tapi kita tidak boleh lesu. Jam tutup masih lama dan kita harus tetap professional. Nih minum dulu,”ucap Jenissi hyung. Dasar profesional tingkat tinggi. Kami kemudian mengambil kopi favorit kami dan menyeruputnya.

Lalu hening lagi.

Hingga ada bunyi pintu masuk yang membuat kami menoleh.

4 orang yeoja cantik.

Aku menatap ketiga kawanku yang sama keadaannya denganku.
Minimal kami tidak akan berebut, kan?

Tunggu, aku harus professional dengan pekerjaanku.

“SELAMAT DATANG!”

-kkeut-

Annyeooong~ *lempar tisu bekas keringat*.
Akhirnya Lion Stage selesai^^ Tinggal Knight sama Dragon^^ jajaran biasku udah lewat semua, jadi mungkin untuk Stage berikutnya aku akan sedikit susah _. Topp Klass help me><

Eh itu karakter mereka nggak tahu mirip atau nggak. Seingetku Jenissi lebih galak daripada Seogoong._.

Tangan sampe kesemutan:’) andai laptopku nggak rusak:’)

Okey deh, aku merelakan waktu mandiku demi menyelesaikan fanfic ini. Tunggu Stage berikutnya~

Annyeoonggg♥

It has been Mad Alph★Alphastee from Indonesia @tanty_sa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s