[Fanfiction] *STAGE SERIES* Bouquet of Roses (Topp Dogg’s Dragon Stage)

Bouquet of Roses

Stage Series. Time for Topp Dogg! Starring Topp Dogg’s Dragon «P-GOON, SANGDO» and OC Team’s Lee Mikwan! Storyline and poster credit to me. Let’s spread ToppDogg’s Indonesian Fanfiction!

-※-

Why?

-※-

SANGDO’s

“Sehyuk hyung,”panggilku kepada hyung kesayanganku. Sehyuk hyung -atau lebih suka dipanggil P-Goon hyung- hanya mendeham membalas panggilanku. Matanya tetap asyik membaca buku.

“Butuh curhat, nih,”aku mendekat kemudian duduk di depan P-Goon hyung.

“Cerita saja,”sahut hyung cuek. Ck, pantas hyung disebut unfriendly person.

“Hyung tahu kan, aku sedang suka yeoja,”mulaiku. Yang lagi-lagi hanya dibalas dehaman.

“Aku ingin menembaknya,”lanjutku. Hyung sedikit mendongak. Matanya menyiratkan ‘jinjja?’.

“Hyung kan udah pernah nembak yeoja sampe yeoja itu terharu dan jadi yeojachingu hyung sekarang….,”aku memotong perkataanku dan melihat mata P-Goon hyung yang menatapku tajam.

“Lalu maumu apa?”sahutnya dingin.

“Minta advice dong biar aku dan dia bisa seperti hyung,”pintaku dengan puppy eyes andalanku. Yang selalu sukses untuk P-Goon hyung.

P-Goon hyung lalu berpikir keras. Sepertinya mengingat apa yang dulu dia lakukan.

“Aku dulu sih hanya memberi bunga mawar merah sebuket besar. Coba saja,”saran P-Goon hyung sambil tersenyum.

Mawar merah? Keren juga.

By the way, memang siapa yeoja itu? You never tell me about her,”ups, aku memang belum pernah cerita soal yeoja itu. Aku hanya meringis mendengar perkataan P-Gooh hyung.

“Mian, aku memang nggak ingin hyung tahu hehe,”sahutku yang dibalas pukulan keras di kepalaku.

“Hyuung, seperti ini… aku keren tidak?”aku menoleh ke roomateku itu. Sehyuk hyung melihatku yang sedang sibuk membenarkan kemeja terbaikku di depan cermin. Di meja sebelah sudah ada sebuket mawar putih. Mawar merah sudah terlalu mainstream, right?

P-Goon hyung menganggukkan kepala, kemudian kembali fokus ke S3 hitam miliknya. Wajahnya terus menerus mengulas senyum. Mencurigakan.

“Hyung mau ketemuan sama yeojachingunya hyung, ya,”tebakku asal sambil terus menerus merapikan penampilanku. Dari bayangan Sehyuk hyung di cermin, aku lihat wajah merona milik P-Goon hyung. Ahaa, aku benar~

“Hyung nggak bersiap-siap? Masa’ hyung hanya mengenakan hoodie abu-abu dan celana hitam seperti itu?”ledekku melihat penampilan hyung-ku saat ini.

“Dia lebih suka aku mengenakan baju seperti ini,”sahutnya cuek sambil terus menatap hp-nya.

“Ck, kalau gitu aku pergi dulu, ya. Do’akan aku sukses hyung~”pamitku. Kemudian aku berangkat dengan -entahlah- perasaan antara cemas, semangat, gugup…. Semacam itulah.

Huaaaa, eotteohkeeeeeee;;;;

Tanpa sadar aku sudah sampai di depan rumah yeoja itu. Perlahan aku masuki pagarnya dan berjalan dengan gugup.

Aku sudah di depan.

Tinggal bunyikan bell.

Lalu saat dia keluar, aku akan berlutut sambil menyerahkan bunga.

Lalu berkata 3 kata “I Love You”.

Ayooo, Yu Sangdo! Kau pasti bisa!

Tapi aku tidak bisaaaa.

Hanya tinggal menekan bel ini sajaa. Tanganku bahkan sudah di bel tersebut.

Tapi aku belum siap. Eotteohkeee.

Duh, karena yeoja itu saja aku segugup ini. Hanya gara-gara seorang Lee Mikwan, sunbaeku di universitas.

Suruh siapa dia cantik.
Suruh siapa dia mempesona.
Suruh siapa rambut hitam legamnya selalu menggoda untuk dibelai.
Suruh siapa bibir mungilnya memaksa untuk dicium setiap detik.
Suruh siapa badan mungilnya seolah-olah berkata, “peluklah aku!”.
Suruh siapa aku jatuh cinta padanya.

Entah, mungkin karena aku terlalu gugup, tanganku tiba-tiba memencet bel tersebut. Bel berbunyi dan suara Mikwan noona mampir ke telingaku. Aku panik sendiri. Bagaimana ini?

Oke, kembali ke rencana awal. Aku harus bersiap-siap berlutut. Aku terus menerus menunduk hingga bunyi pintu terbuka.

“Sangdo-ssi?”panggil Mikwan noona. Aku kemudian berlutut di depannya dan menyodorkan bunga mawar yang kubawa.

“Uh emm, noona! I..I….”ucapanku terhenti karena aku mendengar ada yang memanggilku dari belakang.

“Sangdo?”

Suara Sehyuk hyung.

-※-

P-GOON’s

“Ck, kalau gitu aku pergi dulu, ya. Do’akan aku sukses hyung~”pintu kamar kami tertutup setelah Sangdo, dongsaeng seroomateku, pamit. Yeah, si Afrika itu ingin menembak yeoja pujaannya.

Omong-omong soal yeoja, kenapa yeojachingu-ku mendadak ingin aku ke rumahnya, ya? Bukannya masalah, hanya saja untuk apa? Kalau tidak penting itu artinya aku hanya membuang waktuku.

Oh man! Park Sehyuk! Pantas kau disebut unfriendly person.

Aku buru-buru bersiap ke rumah kekasihku. Setelah memakai sepatu abu-abuku, aku sempat mematung di cermin seluruh tubuh yang sengaja dipasang oleh Sangdo si dongsaeng tersayang.

Dasar namja metroseksual.

Hoodie abu-abu, celana hitam, sepatu abu-abu.

Masa’ hyung hanya mengenakan hoodie abu-abu dan celana hitam seperti itu?

Ck, aku jadi ingat ledekan Sangdo tadi. Bodoh amat, toh yeojachinguku lebih suka aku pakai baju seperti ini.

Aku berjalan dengan santai menuju rumah kekasihku. Sesekali aku memandangi diriku yang terpantul di genangan air di jalan.

Dan memikirkan penampilanku.

Serta ledekan brengsek dari Sangdo tadi.

Cih, anak itu lama-lama merusak otakku.

Aku sampai di dekat rumah yeojachingu-ku. Tinggal 10 langkah lagi dan aku sudah di depan rumahnya. Namun 10 langkah itu tidak mampu aku capai saat melihat Sangdo ada di depan pintu rumah gadis pujaanku sambil berlutut dan menyerahkan bunga.

Eh, tapi masa’ itu Sangdo?

“Sangdo?”panggilku untuk memastikan. Dia menoleh dan terkejut melihatku.

“Hyung?”balasnya. “Bagaimana hyung bisa di sini?”lanjutnya. Aku menatap dia dingin.

“Harusnya aku yang bertanya begitu,”aku mengambil 10 langkah yang batal tadi. Saat sudah di depan Sangdo tepat, aku menghentikan langkah.

“Maksud hyung?”Sangdo semakin gelagapan melihat tatapanku yang tusuk menajam. Aku hanya diam, menatap geram Sangdo.

“S..Sangdo-ssi, Sehyuk oppa, kalian sudah saling kenal?”tanya kekasihku -Lee Mikwan- memecah keheningan dengan takut-takut.

“Ne, chagi,”aku memberikan penekanan pada kata ‘chagi’, untuk menjelaskan siapa Lee Mikwan sesungguhnya.

Pacarku, tentu saja.

Sangdo hanya melongo melihatku dan Mikwan.

“C..chakkaman. Jadi noona pacar Sehyuk hyung?”tanyanya menunjuk kami berdua. Aku hanya mengangguk sambil terus menatap Sangdo tajam.

“So, bukannya kamu ingin menembak yeoja pujaanmu?”tanyaku balik, menekankan di ‘yeoja pujaan’. Sangdo hanya menunduk, tidak mampu memberikan satu pun kata-kata.

Hanya hening yang ada.

Ah tidak, masih ada suara burung yang iseng lewat dan kucing milik Mikwan -yang sekarang sedang digendong.

“Hyung,”panggil Sangdo. Aku hanya ber-uhm ria.

“Mian. Aku…aku nggak tahu kalau Mikwan noona adalah yeojachingu-nya hyung,”sahutnya lalu membungkuk dan berjalan ke luar. Keadaannya sangat lemas. Dia sampai sempoyongan saat berjalan. Ck, masa’ gara-gara yeoja saja kamu begitu, Yu Sangdo.

“Sangdo-ssi!”panggil Mikwan. Sangdo menololeh dengan tampang melasnya.

“Neo.. Gwaenchaha?”teriak Mikwan. Ah, dia memang perhatian pada lingkungannya. Beruntung aku memilikinya

“Ne, noona. Hyung, noona, jalgayo. Annyeong,”sekali lagi Sangdo membungkuk kemudian pamit pulang.

“Kasihan dia,”gumam Mikwan pelan. Yeah, jadi dia kasihan juga.

“By the way, kenapa kamu menyuruhku ke sini? Katanya ada yang rusak,”tanyaku sambil merangkul Mikwan.

“Eum, itu showerku rusak. Tolong perbaiki, yaa,”pintanya sambil mengeluarkan aegyo.

“Arasseo, hentikan aegyomu,”ucapku sambil menutup mukanya yang disambut cekikikan darinya.

“Masuk, yuk,”ajaknya. Baru saja kami membuka pintu, tiba-tiba dari pagar rumah Mikwan, Sangdo datang sambil menjerit-jerit.

“HYUNG! KUNCI HOMESTAY KITA MANA?!”jeritnya. Aku dan Mikwan hanya saling menatap kemudian tertawa melihat ekspresi Sangdo yang…

Ehem.

Aneh.

-kkeut-

YA ALLAH, AKHIRNYA INI SELESAI!;-; Dari semua Stage seriesnya Topp Dogg, inilah yang memakan waktu paling lama;-; Mikirin ending-nya dan semua ending di atas hanya mengalir begitu saja. Jadi, mohon maaf jika ini nista;-;

Ini aku masih nunggu pengumuman dari IFK, aku jadi author tetap atau -yeah- jadi freelancer biasa;-; doain bisa masuk, juseyo;-;

Tapi kalo nggak masuk masih ada spot di btsfanfiction sih, udah spot tempat wkwk.

Okedeh, satu stage lagi dan Toppdogg’s Stage Series selesai~

It has been Mad Alph★Alphastee from Indonesia @tanty_sa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s