[Fanfiction] Too Much

Too Much

Alphastee is bringing back to you, a comeback fanfiction, also a debut SONGFICTION with “TOO MUCH” from B1A4. Joined this fanfiction, VIXX’s JUNG TAEKWOON a.k.a LEO and OC TEAM’s GO MINKYUNG. AU’s Break Romance and Sad Ficlet. No plagiarism and side-readers allowed in my alphaworld. Please enjoy~

Missing you is like a bottomless sea, I keep emptying you out

 

Days when I miss you even I see you all day
What should I do?

“Jung Taekwoon! Tangkap!”sebuah bola melayang ke arahku bersamaan dengan teriakan itu. Reflek aku menerima bola tersebut dan berlari menuju ring. Tinggal shoot dan reguku akan mendapat skor tambahan.

Aku bersiap melakukan shoot saat tanpa sengaja aku melihat ke arah bangku penonton. Berharap kamu di sana. Dan kamu memang di sana, di tempat yang sama seperti 2 tahun yang lalu, dan membawa banner untuk menyemangatiku. Yang berbeda kali ini,

Banner yang kamu bawa bukan untukku.

“You foul!”sebuah ledekan tiba-tiba menyadarkanku dan membuatku melihat ke arah bola yang lepas dari tanganku. Bola berwarna oranye itu sudah ada di tangan kapten tim lawan. Wu Yi Fan.

Orang yang namanya tercantum dalam bannermu. Yang menggantikan namaku.

*•_•*

“Oppa! Congrats!”aku mendengar suara manjamu di seberang lapangan. Tanganmu mengelap wajah YiFan, lawanku tadi. Yeah, regunya dia yang menang. Dan hebatnya -walau aku merasa kekalahan reguku karenaku- teman-temanku tetap memaafkanku dan berkata bahwa kami kurang latihan.

“Gomawo, Minkyung-a,”balas YiFan sambil mengacak rambut Minkyung.

2 tahun yang lalu aku yang mendapatkan ucapan selamat darimu. 2 tahun yang lalu aku yang memperlakukanmu seperti itu. 2 tahun yang lalu, dan aku merindukannya.

Oh Jung Taekwoon. Cukup! Kamu bahkan melihatnya berkali-kali hari ini, mengapa kamu tetap merindukannya?!

•—•

I’m looking at you but I miss you, I keep looking at you
You uncomfortably wave your hand
No matter how much I try to express my heart right now
There’s no use, there’s no use

Entah sudah keberapa kalinya aku melihatmu bermanja dengannya -yang kamu lakukan padaku 2 tahun yang lalu- dan entah keberapa kalinya aku merasakan nyeri di hatiku, tetapi mataku seakan stuck di kamu.

Ah tidak, bukan mataku saja. Tapi hati dan pikiranku.

Kamu tiba-tiba menyadari eksistensiku yang berdiri di belakangmu. Kamu gugup kemudian melambaikan tanganmu ke aku. YiFan mengikuti arah pandangmu dan mata elangnya bertabrakan dengan sosokku. Kamu bercakap-cakap sebentar dengannya. Kulihat YiFan berkali-kali melirik ke arahku dengan tatapan geram. Detik kemudian, kamu datang ke arahku dengan YiFan yang setia di sampingmu. Aku memanfaatkan hal itu untuk kabur.

Aku belum siap untuk bertatapan muka denganmu.

“Taekwoon oppa!”panggilmu. Nada suaramu bukan manja, neither nada biasa. Melainkan, gugup? Aku mendengar getarcdi suaramu. Aku menghentikan langkahku. Mati-matian aku mencoba menahan diriku untuk berbalik dan memeluk dirimu. Merengkuhmu dan meluapkan rasa rinduku.

Jujur, aku merindukan suaramu memanggilku.

Aku tidak maju, neither berbalik melihatmu.

Jika aku berbalik, aku tidak akan bisa menahan keinginan hatiku untuk memelukmu seerat mungkin. Mana mungkin aku melakukan hal itu. Di sebelahnu ada YiFan. Bisa-bisa mukaku lebam dimana-mana. Dan lagi, aku yakin kamu nggak akan sebahagia dulu saat aku memelukmu.

Lebih baik aku pergi, kan?

•—•

How did I live when I didn’t know you?
I didn’t even smile that much back then
After meeting you, I changed so much
I keep laughing over nothing and only you live in my head

Taekwoon oppa!”aku tersenyum sendiri mengingat panggilanmu tadi. Entah apa yang membuat itu lucu hingga membuatku tersenyum sendiri.

Aku hanya senang kamu masih mengingatku.

“Hyung, gwaenchanhayo?”Wonshik mengibaskan tangannya di depanku. Teman-temanku menatapku heran.

“Eoh, eum. Wae?”aku tersadar dan melihat mereka menatapku dengan tatapan absurd seakan aku adalah alien.

Waeyo?

“Hyung jarang senyum tanpa alasan. Tiba-tiba saja eum…. hyung senyum-senyum sendiri,”jelas Wonshik sedikit takut. Mungkin karena aku kembali memasang poker faceku.

“Aah, nan gwaenchanha,”balasku kemudian mataku terpaku padamu.

Yang sedang bersama YiFan dan teman-teman YiFan -tentu saja.

Aku menyenggol tangan Hongbin di sebelahku. Yang kusenggol hanya tersedak dengan mie bakso berlumur sambal miliknya. Segera kusodorkan minumanku yang ditolak dengan halus olehnya.

Ck, dia benar-benar baik.

Waeyo, hyung?”tanyanya pelan.

“Tadi, aku bertingkah aneh, ya?”tanyaku balik, lebih pelan dari suara Hongbin. Hongbin menelan suapan mie bakso-nya sebelum menjawabku.

“He eh. Hyung mendadak senyum-senyum sendiri padahal kami tidak ada yang meluncurkan lelucon apapun. Padahal hyung biasanya…..,”

“Seperti tidak mengenal senyum. Gurae?“Hongbin hanya dapat terpaku kemudian mengangguk menunduk.

“Mian, hyung,”guman Hongbin pelan dan melanjutkan makannya.

Aah, jadi tadi aku senyum-senyun sendiri. Jung Taekwoon-ssi, apa yang terjadi padamu. Mengapa kamu merusak image-mu sebagai Ice Prince dengan senyum seperti orang gila? Back to your sense, Taekwoon-ah!

“Taekwoon oppa!”suaramu memanggilku kembali mampir di telingaku.

Oh, itu hanya ilusi. Lupakan, lupakan, lupakan.

Oppa!”

Mungkin buat YiFan. Tapi kenapa suaranya seperti dari sampingku.

“Taekwoon hyung!”kali ini suara Jae Hwan yang memanggilku.

Kenapa orang-orang hobi memanggilku hari ini, sih?

“Ck, oppa lupa suaraku? Taekwoon hyung!”kali ini suaramu memanggilku dengan embel-embel hyung seperti dulu yang hinggap.

Hakyeon hyung, tolong panggil psikiater. Aku butuh untuk menghilangkan suaranya.

Sebuah tangan halus tiba-tiba memegang kedua pipiku dan mengarahkannya ke kanan. Kulihat kamu yang ada di hadapanku.

Oh God! Tolong sadarkan aku bahwa yang di depanku tidak nyata!

“Hyung kenapa, heung?”tanyamu sambil mengusap pipiku. Seketika pemandangan kantin yang kulihat berubah jadi balkon kamarku. Kamu tetap di depanku, dan di belakangmu ada Hakyeon hyung, Jae Hwan, Won Shik, Hongbin, dan Sanghyuk.

Tunggu, lalu tadi itu apa?._.

“Ck, kami memanggilmu berkali-kali yang ada malah seperti menyapa batu,”ucap Won Shik dengan ekspresi bete.

Jadi tadi hanya hasil lamunan liarku saja? Aku tidak benar-benar putus dengan Minkyung, kan?

“Hyung sayangku melamun apa, sih?”tanyamu manja sambil mencubit pipiku pelan. Kasihan tuh kanvasnya nangis,”lanjutnya. Aku menoleh ke arah lukisanku yang seperti menciptakan aliran cat ke bawah. Mungkin tadi nggak sengaja ketumpahan cat.

Bodoh amat soal lukisan di depanku. Aku langsung memelukmu erat. Won Shik dan Jae Hwan yang hobi berisik buru-buru menutup mata Hongbin dan Sanghyuk, setidaknya itu yang terlihat dari ekor mataku.

“Hyung,”rintihmu dengan suara seperti orang kehabisan nafas. Sepertinya aku nemelukmu terlalu kencang.
“Panggil aku seperti itu lagi”
“Heung? Hyung?”
“Iya, panggil aku,”aku membenamkan mukaku di rambutmu kemudian mengecup pelan ujung kepalamu.
“Taekwoon hyung”

Aku memeluknya terus menerus seakan aku tidak bertemu dengannya bertahun-tahun, atau seakan dia habis pergi dari pelukanku dan nggak bisa aku sentuh lagi.

Ngh, untuk opsi kedua…. Itu memang benar, kan? Untungnya hanya dalam lamunan saja.

“Jangan mencoba melepaskan dirimu dariku, Go Minkyung-ssi,”ucapku pelan. Tiba-tiba hp-mu berdering. Kubebaskan dirimu walau aku tidak rela. Kamu mengangkat telpon itu. Saat tahu siapa penelponnya, matamu langsung bersinar dan menjerit akan namanya.

“AH! YIFAN GE!”

Oh no.

-kkeut-

ENDING APAAN ITUㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ

Maaf endingnya jadi out of genre;-; Ending yang sudah diimpi-impikan menguap gara-gara IPAㅠㅠ *banting IPA*

Jujur, nih. Itu pas lirik pertama aku nulis dengan sepenuh rasa rinduku pada Bangtan yang hilang di twitter *WOI IDIOT GUA KANGEN LUㅠㅠㅠㅠ* Lalu pas lirik kedua efek bangun tidur jadi rada.. yah gitu. Sesungguhnya bagian situ nyesek, cuman bagian yang udah aku tambah hilang. Karena stress aku masukin lawak deh (seakan kehidupanku sebagai penulis gaakan jauh dari komedi)-_- NGAPAIN LEO NGURUSIN DITABOK KRIS-_- tampar aku tampaaaarrr-____- lalu untuk ending…. Aku berpasrah diri-_- Otak masih konslet gara-gara IPA tadi di sekolah-_- jadinya ending out of topic-_-

Haah-_- aku gajago bikin fanfic galau kayaknya-_- mesti aku masukin lawakan-__-

Duh jadi greget sama mas Leo kripik kentang /?-_- kenapa dia jarang senyum sih-__- sampai aku sindir disini-_- tapi serius pas belum cari liriknya Too Much ini aku nggak tahu kalo ada lirik yang transnya yang cowok susah senyum._. Pas bikin draft langsung kepikiran si Ice Prince nyebelin satu ini-_- senyumo toh kangmas;-; dan ternyata karakter Leo cocok sama liriknya Too Much.

Dan last! Lagu ini recommended banget! Sumpah keren banget! B1A4 – Too Much, walau yang nyanyi si sandal sama maknae tampan~ tapi you know lah suaranya Sandeul keren banget, so this song us really good!♥♥♥

Review plisssss;;

It has been Mad Alph★Alphastee from Indonesia @tanty_sa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s