[Fanfiction] Without You

Without You

Alphastee come again with a songfiction from MAD CLOWN – WITHOUT YOU. Starring Kim Hansol (HANSOL TOPP DOGG). Unpredictable. General, hurt.

I’m trying to pretend “It’s OK” even without you but it hurts me a lot

αlpha Μystic Τemptress©

Aku menghentikan langkahku di depan kamar apartement ini. Mataku tertuju pada nomor kamar tersebut.

No. 402.

“Sayang, kita sewa yang nomor 402, ya.”
“Kenapa?”
“4 untuk April, 02 untuk tanggal 2. 2 April. Itu hari pertama kita bertemu.”
“Haha, oke oke. Kita sewa nomor 402.”

Memori itu datang menyerangku. Bersamaan dengan basahnya wajahku.

Hujan? Bukannya tadi masih cerah?

Aku mengusap air di pipiku itu. Kudapati mataku menjadi sumber air tersebut. Aah, jadi air mata, toh?

Aku menghapus dengan kasar air mata tersebut. Kim Hansol tidak boleh menangis. Kim Hansol harus kuat.

Aku mengetuk pintu di depanku. Tidak ada jawaban. Jelas saja, dia mana mungkin mau tinggal lagi di sini.

Aku masuk dengan langkah ringan dan mengunci pintu kamar.

Gelap.

Aku tertawa. Berapa lama aku tidak mengunjungi tempat ini? 2 tahun?

Aku membanting koperku ke lantai. Membiarkan koper usang itu tergeletak mengenaskan.

Aku menatap sekeliling. Menatap apartement yang dulu aku -dan dia- tinggali. Sebelum akhirnya aku pergi, atau lebih tepatnya, diusir?

“Pergi! Aku muak melihat wajahmu! Pergi sana pergi!”
“Tapi, yeobo. Aku-“
“Jangan panggil aku dengan panggilan sayang menjijikkan darimu.”
“Kk.. Kenapa?”
“Aku membencimu! Karenamu aku dijauhi oleh semuanya! Kim Hansol, aku membencimu.”

“Sayaaang, kamu mencintaiku?”
“Pertanyaan bodoh. Jelas lah aku mencintaimu.”
“Buktinya?”
“Apa yang kamu inginkan? Apa saja.”
“Eh, sekarang sih nggak ada. Kenapa?”
“Kalau ada bilang saja kepadaku. Apa saja akan kuturuti, walau membunuhku sekalipun, selama kamu akan tersenyum aku rela.”

“Aku pulang.”
“Jam berapa ini? Astaga! Sayang, kamu mabuk?”
“Bukan urusanmu! Pergilah dari hadapanku!”

“Kamu akan menuruti apa saja yang kumau demi senyumku kan?”
“Iya, kenapa memangnya? Apa yang kamu inginkan?”
“Aku ingin kita putus.”
“Oh. Eum, baiklah. Berjanjilah untuk tersenyum.”
“Aku akan semakin tersenyum jika kamu mau pergi dari kehidupanku.”

Aku menendang angin kosong di depanku. Hampa. Sama seperti keadaan hatiku sekarang. Bisa diungkapkan, ruangan ini mirip dengan keadaanku.

Aigoo, Kim Hansol. Berhentilah.

Aku mulai merapikan ruangan yang berantakan ini. Meletakkan sebuah jam pasir di atas rak. Menata sebuah catur lengkap dengan bidak-bidaknya. Menyiapkan wine untuk kunikmati nanti.

“Sayaang, ikutan main catur~”
“Haha, baiklah. Yang kalah menyiapkan makan hari ini. Oke?”
“Ck, walaupun aku yang menang sekalipun pasti tetap aku yang menyiapkan makan.”

“Aish, jinjja! Kenapa kamu bisa menang sih!”
“Ah, jangan dihancurkan dong! Aku baru saja mau menang!”

“Sayang, kamu sedang menggambar siapa?”
“Seorang gadis.”
“Ah, nugu?”
“Kamu kkk.”
“Ah, hyuung. Aku laki-laki!”
“Kim Byungjoo! Silau! Berhenti mengarahkan sinar matahari kepadaku!”
“Andwaeyo!”

Ada yang aku lupakan.

Ah, iya. Aku harus mencuci baju.

Aku mengambil beberapa baju yang belum kucuci dari rumah lama. Kutaruh baju-baju itu di mesin cuci, memasukkan deterjen dan air, dan membiarkan mesin itu bekerja.

Hei, Joo-ah. Lihatlah, aku bisa mencuci bajuku sendiri.

Pikiranku melambung jauh.

“Jika kamu mau pergi, pergi saja.”
“Huh? Membiarkanmu tinggal sendiri? Aku jamin dalam 2 hari aku tinggal saja rumah ini sudah berantakan. Atau kamu akan lupa mencuci bajumu atau bahkan lupa makan karena malas membuat ataupun membelinya. Lalu saat aku pulang nanti kamu akan seperti zoombie.”
“Hei hei, kamu menyindirku.”

Mataku menerawang jauh ke atas. Lalu tertawa. Entah menertawai apa dan/atau siapa.

Aku melanjutkan cucianku. Setelah selesai, aku buru-buru menjemur cucian-cucian tersebut.

Sendiri.

Hei, memangnya mengapa jika kulakukan sendiri. Oh, Hansollie, kamu harus sadar segera.

Kamu tidak apa-apa tanpanya. Oke?

Saat asyik-asyiknya aku menjemur, tiba-tiba ponsel putihku berbunyi. Kuletakkan keranjang berisi cucian dan merogoh sakuku. Begitu tanganku mendapatkan ponselku, mataku menatap nama yang tertulis di layar ponsel.

사랑하는 병주♥

Bodoh, kenapa dia meneleponku.

Yeoboseyo?

“Aku tidak menyangka kamu pindah ke apartement yang dulu.”

“Hei, hei. Gunakan bahasa formal! Kkk, kau tidak berubah banyak, Joo.”

“Kamu tahu aku bagaimana kan? Mengapa kamu pindah ke tempat itu lagi?”

“Bagaimana kamu tahu?”

“Hanya tebakan mudah. Hyung bukan tipe orang yang mudah move on.”

Deg.

“….”

Hyung?

You got it right, Joo.”

“Byungjoo selalu benar hehe. Hyung tidak lupa makan ataupun mencuci baju ataupun mengurua rumah, kan? Biasanya aku yang melakukan hal itu.”

Kenapa kamu masih peduli?

“Aku tidak sebodoh itu, Joo. Bagaimana kehidupan normalmu? Bagaimana keadaan istrimu?”

“Menyenangkan. Ohreum sedang hamil. Dan setelah dicek, ternyata anak kembar.”

Ah, jadi dia bahagia.

“Ah, chukkae.”

Hyung sendiri….sudah ada-“

“Kalau aku sudah ada penggantimu, aku tidak tinggal di sini, Kim Byungjoo bodoh.”

Klik.

Air kembali membasahi wajahku. Ini bukan hujan ataupun air cucian. Ini murni air mataku. Memikirkan kalimat yang kuucapkan beberapa detik yang lalu.

Aku mengacak ruangan yang sebelumny  sudah kutata. Merubuhkan semua bidak catur yang telah berdiri kokoh. Memecahkan gelas dan wine yang kusiapkan tadi. Memecahkan cermin yang dulu sering Joo gunakan untuk mengangguku. Merobek kertas-kertas di dalam tasku, termasuk undangan pernikahan Joo dengan Ohreum. Bantal bulu yang ada di sini juga tidak luput untuk kurusak. TV kubanting hingga pecah menjadi dua. Aku pergi ke dapur, dan menemukan sebuah pisau dapur.

Joo, it’s look like your hyung still stuck in here. Your hyung can’t be fine without you, Joo. Can we back to the past? When you’re not meeting Ohreum yet? I miss you, Joo. I miss our memories. I’m so sorry. I can’t live without you, Byungjoo-a. I’m lying when I say, it’s okay. Please comeback, Byungjoo-a….

But, okay, if you can’t be here, let me sleep with all of our memories.

APT 402, an empty house, the lights are off
My body’s like a tunnel, it feels so empty
Night takes over day and it’s not raining but my eyes are wet
Knock knock, I don’t think you’re here, I carefully open the door and go in
I lock the door, click, the sound of letting you go, click
I’m alone in the room called memories that you left

Taking in all the memories you lay around
The one leaving and the one letting go are always different
Two different hearts
What do you know? Stop hurting me with your comfortable lies
Fine, just go, because I loved you
I put you by my side just until you didn’t hurt
Just until you weren’t lonely

It’s bearable, it’s liveable
Because I loved you just until it didn’t hurt
But I still love you
It’s bearable, that’s what I say
But there are words I couldn’t say because of my pride
Let’s not break up
Cuz I still love you
It’s all a lie, I’m fine, it’s all a lie, I’m fine
Even without you
Even without you

It’s bearable, it’s alright, it’s better than I thought it’d be without you in my life
It wasn’t a nice way to break up but don’t worry, it’s more bearable than it seems

I do the laundry and turn on the TV, I blankly sit at the desk and read a book and eat
You’ve fallen out of my days but nothing’s really changed
I loved you just until you didn’t get hurt

I don’t know how to look at this breakup straight in the eye
So I’m balled up like a porcupine in front of sadness
I’m really trying to pretend to be fine but it hurts
Even after I tried doing everything besides not breathe
Some day, if I ever lose love again, I won’t ever be like this
I engrave these lyrics into my heart
Don’t think that not getting over you is pathetic
I’ll hurt all I want and cry all I want

We used to measure out our hearts like a protractor
In the end, that’s exactly how much love, exactly how much there was
We couldn’t even become resting places for each other
But were busy trapping each other up
Instead of being a nest, we were a tightly shut garage
Memories were trapped in an empty house that we won’t ever visit again
How are you? I miss you with my whole heart
Love is trapped and I’m locking up the empty house from outside

Can you hear me? Are you there?
I’m sorry I couldn’t hug you more
I’m sorry for being so selfish
In front of our breakup, in front of you
But there are words I couldn’t say because of my pride
Let’s not break up
Cuz I still love you
It’s all a lie, I’m fine, it’s all a lie, I’m fine
Even without you

-epilog

“Hyung, kamu di dalam?”
Oppa, benar Hansol oppa tinggal di sini?”
“Iya. Tapi kenapa tidak ada sahutan dari dalam?”
“Apa oppa tidak tahu passwordnya?”
“….”masa nomor itu?

Tangan Byungjoo terulur dan mulai menekan-nekan angka.

1508.

Klik.

Huh? Hyung benar-benar belum move on.

“Byungjoo-ah, apa password yang bagus untuk apartement kita ini?”
“Entahlah.”
“1508? 15 untuk tanggal ulang tahunku, 08 untuk milikmu. Dan bukankah aku menembakmu tanggal 15 bulan 08? How how?”
“Ahaha, ne arasseo. Terserah hyung saja kkk.”

Oppa! Ayo, masuk!”
“Ah, oke.”

Kriitt.

“Hansol hyung?“Byungjoo dan Ohreum langsung disambut dengan keadaan rumah yang berantakan. Ada yang tidak beres.

Oppa, ada bau anyir.”
“Ah, benar. HANSOL HYUNG! EODIYA?

Kenapa semakin mendekati dapur bau anyirnya semakin kuat? No, Hansol hyung orang yang kuat. Ini bukan bau darah Hansol hyung.

“KYAAAA!”Ohreum!
Wae, chagi? Waeyo?
“Han…Hansol oppa-

Mata Byungjoo mengarah ke arah yang ditunjukkan Ohreum. Di sana, ada Hansol dengan darah dimana-mana.

HYUUUNG!”

Byungjoo-ya. Aku berpura-pura baik-baik saja tanpamu. Aku berpura-pura bisa mencuci dan merapikan rumah sendiri. Aku bisa tanpamu, namun itu hanya kebohongan. Setiap aku melakukan sesuatu, kenangan bersamamu terus menghantuiku dan itu menyakitiku. Kamu bahagia, kan? Syukurlah. Aku juga akan bahagia..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s