[Fanfiction] Good-night Kiss

Good-night Kiss

Good-night Kiss by alphastee || starring Jeon Jeongguk (Jungkook BTS), Oh Seongguk (OC), and Oh Somin (OC) || Family, AU, Fluff (failed) || ~General~ ||  Note = fanfic tidak jelas, hanya hasil karangan otak yang lelah. Silahkan melt melihat covernya namun jangan melt membaca cerita di bawah>< Setiap manusia butuh apresiasi jadi tolong beri komentar setelah membaca^^

Can I ask you for a good-night kiss?

 

~~방탄소년단~~


 

Sial, harusnya aku tidak menerima permintaan sahabatku, Oh Seongguk, saat di sekolah tadi. Si brengsek itu memintaku untuk menjaga adik kecilnya selama dia pergi keluar bersama teman lamanya malam ini. Menjaga anak kecil bukanlah hal yang aku benci, hanya saja aku tetap harus menjaga harga diriku sebagai laki-laki tulen.

Lihatlah aku sekarang. Aku tidak tahu bagaimana keadaan muka dan rambutku sekarang. Adik Seongguk, Somin, sedang asyik meriasku -kuulangi, meriasku– menjadi seperti tante-tante. Jika aku dirias menjadi tampak lebih tua dan dewasa, okelah aku terima dengan senang hati. Hanya saja -seperti yang kukatakan tadi- aku dirias menjadi tante-tante!

Lipstik merah merona, perona pipi berwarna pink, bulu mata palsu -bahkan anak sekecil ini bisa memasangkan bulu mata palsu!-, eye-shadow dan eyeliner yang cukup tebal, serta bedak dan kawan-kawannya sepertinya sudah terpasang rapi di wajah tampanku.

Aku bukannya tidak mampu menolak, aku bisa saja dengan mudah membentaknya. Namun setan kecil bernama Somin ini dengan beraninya mengancam akan menangis dan memberitahu kakaknya tentang keadaanku sekarang. Bisa hancur reputasiku jika semua orang melihat seorang Jeon Jeongguk berubah menjadi seorang banci.

Oppa! Sudah selesai!”jerit Somin setelah selesai mengurus rambutku. Aku memberanikan diri untuk menatap refleksi diriku di cermin. Hampir saja aku menjerit melihat bayanganku. Tidak, yang di cermin ini bukan aku. Seorang Jeongguk bukan seorang laki-laki yang rambutnya dihiasi jepit dan bando warna-warni dan wajah dirias seperti seorang perempuan. Bukan, itu bukan aku.

Aku mencoba meraba wajahku, dan sosok di dalam cermin juga mengikutinya. Sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa yang dicermin sekarang adalah aku.

“Somin-a, Oppa-”

“Kyaa! Jeongguk Oppa cantik sekali! Neomu neomu yeoppuda!”potong Somin sambil memelukku erat. Dia kemudian menarik tanganku dan mengajakku ke ruang keluarga.

“Somin mau lihat film~”rajuknya. Dia kemudian mengeluarkan aegyonya yang lebih kuat daripada aegyo milikku. Aku berjongkok untuk menyejajarkan tinggiku dengannya.

“Somin mau lihat film apa?”tanyaku sambil mengacak rambutnya. Somin berfikir sejenak sebelum menjerit tiba-tiba.

“DESPICABLE ME! MINION!”jeritnya sambil meloncat riang. Aku mengumpat dalam hati. Film itu selalu diputar Jimin hyung setiap akhir pekan. Haruskah aku melihatnya untuk kesekian kalinya?

Oppa, ayo~!”rajuk Somin sambil menarik bajuku. Aku terpaksa menurutinya. Menit berikutnya aku dan Somin sudah duduk di sofa sambil menonton film. Somin terus menjerit senang selama film diputar. Aku hanya menanggapinya dengan senyuman tulus. Seperti inikah rasanya memiliki adik perempuan? Walau kamu diperlakukan seperti boneka, kamu akan tetap menurut demi sebuah senyuman.

Pertengahan film, suara Somin tidak terdengar. Aku menoleh ke arahnya dan mendapati Somin yang terlelap. Aku segera mematikan TV dan menggendong Somin menuju kamarnya. Somin sedikit terbangun saat aku menaruhnya di atas kasur. Aku duduk di sebelahnya dan menyanyikan lullaby yang sering hyungku nyanyikan saat aku masih kecil. Somin kembali terpejam, namun kesadarannya belum sepenuhnya hilang.

“Jeongguk oppa…. Bisakah aku meminta good-night kiss seperti Agnes?”tanya Somin sambil sedikit menggeliat dan memelukku. Aku terus mengelus rambutnya dan tersenyum.

“Tapi Somin harus berjanji, setelah oppa cium Somin harus tidur,”Somin kemudian mengangguk. Aku mencium kening Somin cukup lama sebelum berkata, “Good night, Somin-a”. Somin akhirnya tertidur dan terus memelukku. Meninggalkan aku yang tetap terjaga sampai sang kakak asli datang.

Tunggu, apa itu di kening Somin? Jejak lipstik merah?

Aku meraba bibirku dan baru menyadari bahwa aku masih dalam riasan Somin tadi. Aku harus menghapusnya sebelum Seongguk melihatnya! Aku mencoba melepaskan diri dari Somin namun yang ada adalah suara Somin melarangku untuk pergi. Aku jadi tidak tega.

Tapi wajahku…..

Otakku terus berdebat antara pergi ke kamar mandi atau tetap disini hingga aku tidak sadar bahwa aku tertidur di samping Somin.

Semoga Seongguk tidak melihatnya.

Ending?

*Epilog*

YA! OH SEONGGUK! KEMARI KAU! BERIKAN AKU FOTO ITU!”

“Ah, Jeonggukie~ tidak kusangka dalam semalam kamu berubah menjadi banci hahahaha~”

“BRENGSEK KAU! BERIKAN AKU FOTO ITU ATAU AKU AKAN MELAPORKAN KE ORANG TUAMU BAHWA KAMU MENINGGALKAN SOMIN SENDIRIAN DI RUMAH!”

“Ck, okelah okelah. Akan aku berikan, namun ada syaratnya~”

“Apa?!”

“Sepupuku akan datang minggu depan. Kamu tolong urus Somin dan sepupuku~ Mau kan,the babysitter Jeongguk? Sepupuku sangat suka bela diri, tolong diurus, ya~”

YA OH SEONGGUK!”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s