[Fanfiction] Alphabet Series — W_affle

Waffle

 

||first Alphabet Series with Waffle by alphastee || Casted Jung Eunji (Apink) and Wu Yi Fan || fluff, romance, ficlet, AU ||

For you, I will


 

Seperti biasa, aku berjalan di belakangnya lagi hari ini. Dengan riangnya dia berjalan di depan. Sesekali langkahnya diiringi loncatan kecil. Sepertinya ada sesuatu yang membuatnya bahagia hari ini. Aku tertawa pelan saat melihatnya tersandung kecil.

Menyadari dirinya ditertawakan, dia langsung berbalik dan menatapku tajam.

“Aku tidak melihat ada yang lucu di sekitar sini, Mr. Wu,”ucapnya. Aku tertawa kecil lagi lalu memotong jarakku dengannya.

“Ada, tuh,”sahutku sambil tersenyum mengejek.

Where?”aku menunjuk dirinya sambil tertawa. Eunji langsung memukuli bahuku dan berjalan di depan dengan langkah kesal. Dengan kaki panjangku, aku langsung menyusulnya dan berjalan di sampingnya.

Baru saja aku berada di sampingnya beberapa detik, Eunji langsung menjerit.

“Yifan ge! Ayo ke tempat itu!”jeritnya riang sambil menunjuk sebuah gerai makanan. Belum aku menjawab, Eunji menarik tanganku dan membuatku terpaksa mengikutinya. Diam-diam aku tersenyum karena tanganku digenggam  oleh Eunji.

Oh ayolaah. Siapa yang tidak senang jika berpegangan tangan dengan orang yang disuka? Orang gila? Sayangnya aku bukan orang gila.

Tanpa sadar, aku sudah di dalam gerai makanan tersebut dan duduk di depan Eunji. Jatuh cinta membuatmu lupa segalanya. Dengan semangat dia membolak-balik lembar menu.

“Hei, hati-hati. Nanti menunya sobek,”ujarku yang –sialnya- tidak diindahkan oleh Eunji.

“Ah, aku mau semuanya~”rengut Eunji sambil meletakkan menu.

“Tidak takut gendut?”sindirku mengingat gadis ini sedang di dalam masa dietnya.

“Tapi ini semua desert and you know that my favorite food is desert,”sahutnya sambil memangku kepalanya. Akan gila tempat ini jika tidak menjual makanan penutup, Nona Jung. Namanya saja sudah ‘Heaven of Desert’.

“Maaf, sudah siap memesan?”tanya seorang pelayan yang membuat Eunji kembali membalik-balikkan menu.

“Eh uhm…. Nggh…, kami akan memesan nan-“

Choco Waffle 1, Vanilla Ice Cream Sandwich Cake 2, espresso 1, Sakura tea 1,”pesanku cepat, singkat, dan padat. Eunji hanya menatapku heran. Pelayan tadi memastikan sekali lagi pesanan kami –atau bisa dibilang pesananku karena aku yang memesan?- lalu pergi. Eunji terus memasang tampang heran – plus bodoh.

“Ekhem, Nona Jung, Anda tidak ingin mempermalukan diri Anda, kan? Berhentilah memasang tampang bodoh,”ucapku yang menyadarkan Eunji.

“Maaf, tapi… Ge…. apa gege tidak salah hanya memesan espresso untuk dirimu? Gege bilang tadi-“

“Siapa bilang aku hanya memesan 1 hal untukku, Nona Jung. Lihat saja nanti. Dan lagi, es krim terdengar menarik untuk menghilangkan rasa panas di musim panas kan? Sudahlah, jangan banyak komentar,”potongku tenang sambil memainkan gadgetku dan membiarkan Eunji kembali memasang tatapan heran.

“Tuan, ini pesanan Anda,”kata pelayan tadi setelah keheningan melandaku dan Eunji selama 30 menit penuh. Pelayan itu meletakkan semua pesananku, permisi, lalu pergi. Aku menyodorkan Ice Cream Sandwich dan Sakura tea ke arah Eunji sementara sisanya aku dekatkan ke diriku dan memakannya.

“Fan ge, bukankah kamu tidak suka makanan manis termasuk wafel?”tanya Eunji setelah aku melahap ¼ wafelku.

“Atau yang di depanku bukan Yifan ge, tapi Lu ge? Lu ge kemanakan Yifan gege?”jerit Eunji pelan dan sedikit hiperbola. Aku menatapnya tajam. Mana mungkin Luhan, saudara kembarku yang berbanding 180 derajat denganku, yang sekarang menemaninya makan. Luhan kan sedang di China.

“Luhan tidak mungkin memiliki tatapan setajam aku, Nona. Ini aku, Yifan,”sahutku malas lalu menyendokkan sesendok wafel ke mulutku lagi.

“Tapi Yifan ge tidak suka makan makanan manis, berbanding terbalik dengan Lu ge,”Eunji menyendokkan sandwichnya sambil berbicara.

“Kalau aku bilang aku mulai suka bagaimana? Wafel tidak begitu manis kok.”

“Pasti ada alasannya? Iya, kan?”selidik Eunji sambil sedikit memajukan badannya.

“Tentu sa-“

“ADA GADIS YANG KAU SUKA? NUGU NUGU NUGU?!”jerit Eunji lebih keras dari sebelumnya. Ia bahkan sedikit mendorong meja dan menimbulkan decitan memekakkan. Beberapa pengunjung tempat ini langsung menoleh dan menatap kesal Eunji.

“Nona Jung, tenangkanlah dirimu. Ini bukan tempat yang hanya aku dan kamu di sini,”sindirku sambil tertawa pelan. Eunji merengut malu dan memakan sandwichnya lagi.

“Jadi siapa yang kamu suka? Gadis itu pasti sedang sial karena disukai oleh namja dingin sepertimu,”ucap Eunji di tengah-tengah acara mengunyahnya. Yifan hanya tersenyum tipis dan menyendokkan wafel ke dalam mulutnya.

It’s the time, Fan. Tell her now or you’ll regret it later.

“Berarti kamu sedang sial, Jung Eunji-ssi,”sahut Yifan setelah mengunyah wafelnya. Ia menatap Eunji tajam yang sukses membuat Eunji tersedak dua kali.

“Maksud ge-”belum sempat Eunji menyelesaikan ucapannya, Yifan sudah memotongnya dengan sebuah ciuman singkat di bibir Eunji. Eunji merasakan rasa wafel bercampur es krim dari ciuman tadi.

Yifan hanya tersenyum dan melanjutkan, “kuharap ciuman tadi menjelaskan pertanyaanmu, Eunji.”

 

—-end—

Heylo! Sebelumnya maafkan endingnya;; Itu dibuat buru-buru sebelum sholat tarawih bentar lagi-_-

Ah iya, sekalian. Selamat menjalankan puasa ramadhan! Syukurlah masih diberi kesempatan untuk merasakan ramadhan hwhw. Maaf jika alph ada salah :’)

Terakhir, untuk Yifan….. Aku tetap masukin dia ke tag EXO, ya. Karena dia dikenal melalui EXO, walau sekarang fix keluar…. I miss him rn. Can’t wait for his new drama. Goodbye singer Kris, hello actor Yifan!^^

Advertisements

3 thoughts on “[Fanfiction] Alphabet Series — W_affle

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s