[Fanfiction] Alphabet Series – M_orning Dine

Morning DIne

M_orning Dine

Romance, Fluff, Marriage-Life, Ficlet
G
Oh Sehun and ‘I’
Inspired from one of Moammar Emka’s phrase

Maaf, aku hanya bisa menghidangkan sepiring kecupan di sudut bibirmu, pagi ini

alphastee, 2014

Aku terbangun oleh bunyi alarm –yang pada akhirnya membentur tembok dengan keras. Aku menoleh ke sebelah kasur, melihat pria itu masih asyik terlena dengan mimpi indahnya. Seakan tidak terganggu dengan bunyi alarm yang keras –dan juga bunyi alarm berbenturan dengan tembok. Aku hanya menghela nafas kecewa, mengingat pria itu harusnya memasak sarapan pagi ini.

Dengan kesal, kutendang selimut sembarangan kemudian keluar kamar. Pria itu –suamiku- masih tetap terlelap. Wajahnya masih terlihat lelah. Dia tidak memakai selimut untuk melindungi tubuhnya dari dinginnya pendingin ruangan ini. Kemeja, dasi, dan celana hitam lah yang melindunginya.

Mungkin kemarin dia pulang malam.

Aku menyelimuti tubuhnya sambil tersenyum sedih. Jadwal kerja yang padat memaksanya terkadang pulang larut. Tidak baik bagiku untuk menyalahkan dia atas sarapan pagi ini.

Aku bergegas ke kamar mandi untuk menyegarkan badanku. Selalu, tanpa pernah abstain barang hanya sekali, aku berendam air hangat setelah atau sebelum tidur. Sebuah kebiasanku sejak 17 tahunku. Dan kini aku berumur 22 tahun, jadi sudah 5 tahun penuh aku melakukan kebisaan ini.

30 menit berlalu dan aku memutuskan untuk menyelesaikan mandiku. Kuhanduki asal tubuhku lalu keluar kamar mandi. Belum sempat aku mengambil langkah di luar pintu kamar mandi, tubuhku sudah menubruk sesuatu yang padat. Tidak, bukan karena aku menabrak pintu yang –mungkin- belum aku buka.

“Pagi, cantik,”ucapnya sedikit lesu. Kutatap matanya yang masih melekat. Sepertinya dia antara sadar tidak sadar sudah bangun.

“Pagi. Tidurlah, kamu pasti masih lelah, Sehun-ku sayang,”ucapku padanya. Sehun hanya tersenyum tipis.

“Tidak, hari ini waktunya aku memasak sarapan,”sahutnya. Aku terkekeh pelan mendengar sahutannya.

“Aku tidak ingin kamu merusak dapur kita karen-“ sebuah kecupan manis di ujung bibirku menghentikan kata-kataku. Aku menatap Sehun, memaksa alasan atas kecupannya tadi. Dia hanya bisa tersenyum sambil menjelaskan,

“Maaf, aku hanya bisa menghidangkan sepiring kecupan di sudut bibirmu, pagi ini.”


don’t plagiat mine. I’m in sleepy trance so if you dare to copy without credit this story, I don’t care if you’ll get hurt.

Thank you

alphastee, 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s