#Alphabet Series Ring

Ring

Ring

—–

Kim Taehyung (BTS) and Lila (OC)

Romance, Fluff, Ficlet

—–

Segelas kopi datang ke mejaku saat aku baru meng-unlock ponselku. Aku berterima kasih pada pelayan sebelum menyeruput kopi hitam itu. Aku melanjutkan aktifitas dengan ponselku. Kutekan beberapa nomor dan menekan tombol hijau. Dengan buru-buru aku menaruh ponselku di bawah telinga. Menelepon seseorang.

“Halo? Lila?”tanya seberang dengan santai. Aku mendengus kesal mendengar ketenangannya.

“Hei, ayolah. Ini kopi keduaku. Tidak bisakah kamu datang lebih cepat?”geramku. Tanganku bermain di mulut cup kopi yang kupesan. Terdengar kekehan dari seberang.

“Aku sudah dekat. Beberapa langkah lagi aku sudah di depan kafe. 5…4…3…2…1,”tepat saat itu, suara krincing lonceng kafe ini menandakan ada seorang yang masuk. Aku lantas menoleh dan menemukan Taehyung dengan jaket biru jeleknya di sana.

Sambil tersenyum jahil, Taehyung menggeret kursi di depanku, memanggil pelayan, memesan caramel machiato kesukaannya, kemudian menatapku. Ia terus tersenyum seakan senang membuatku jengkel.

“Kau harusnya tahu aku sibuk, Tae,”ucapku membuka percakapan.

“Aku tahu itu,”jawabnya singkat dan santai. Ck, bagaimana bisa dia tetap bertingkah santai seperti ini.

“Oh, if you already knew, why did you late?“tanyaku kesal. Aku sedikit membanting ponselku yang baru kukunci. Sungmin tidak menjawab. Aku diberinya sebuat tawa riang. Dia kenapa sih?

Oke, bagi kalian yang belum mengenalnya. Dia adalah Kim Taehyung, pria paling tidak serius yang pernah aku kenal. Terkadang dia berbicara bahasa alien yang belakangan baru kupahami -itupun setelah ia ajarkan. Aku mengenalnya sejak TK, dan kini kami sudah bekerja. Herannya, dia selalu mengikutiku kemanapun aku berada. TK, SD, sekolah menengah, dan universitas yang ia pilih selalu sama denganku. Seakan belum cukup, ia ikut pindah ke apartement yang sama denganku, walau berbeda lantai. Syukurlah ia tidak gila untuk kerja di tempat yang sama denganku.

Bukannya aku tidak senang sih. Maksudku, siapa yang tidak senang selalu bersama orang yang kamu suka? Hanya saja, it’s kinda annoying for me.

Oke, aku akui aku menyukai si Kim Taehyung-alien-aneh-yang-tersasar-di-planet-yang-salah. Siapa yang bisa menolak pesonanya dia? Wajah yang terkadang tampan, terkadang aneh, terkadang imut. Tidak mengambil repot soal fashion-nya -tidak seperti Jimin dan Namjoon yang selalu up to date tentang fesyen yang lagi tren. Sikapnya yang -walaupun ia aneh- namun bisa dijadikan patokan ‘Bapak Terbaik’. Pekerja keras, pecinta anak kecil, playfull yet wise. Memang dia bukan Kim Seokjin, mantanku di SMA, yang bisa dibilang pangeran berkuda puth di dalam dongeng,. Tetap saja ia menyenangkan dan tipikan bapak yang baik. Setidaknya, itu menurutku.

“Aku terlambat untuk mengambil sesuatu,”jawabnya singkat. Kali ini tanpa kekehan atau senyum jahil khas miliknya. Membuatku penasaran dengan sesuatu-yang-ia-ambil-itu. Namun kurasa bukan saatnya menanyakan hal itu. Taehyung pasti akan mengelak untuk menjawab.

“Taehyu-“perkataanku terpotong oleh sebuah kotak yang ia keluarkan dari saku jaketnya. -apa itu?”lanjutku, menanyakan identitas kotak tersebut.

“Cincin,”jawab Taehyung singkat. Menurutmu lucu tidak jika aku akan melamar seorang perempuan?”lanjutnya. Aku reflek membelalakkan mata.

Taehyung? Ingin melamar?

“Tunggu tunggu, aku tidak salah dengar? Kim Taehyung, pria paling tidak serius yang aku kenal, akan melamar seseorang? World must be upside-down right now,“komenku. Ada sedikit perasaan tidak enak di hatiku, namun segera kuabaikan. Siapa saja yang akan dilamar Taehyung pastilah yang paling bahagia saat ini.

“Kau menghinaku, La,”rengut Taehyung. “But, yeah, I’m going to propose someone.“Tepat saat Taehyung menyelesaikan ucapannya, pesanannya datang. Ia menyeruput sedikit kopinya.

“Siapa? Perempuan Jepang yang tinggal di sebelah room-mu?”tanyaku mengingat-ingat perempuan yang dekat dengan Taehyung. Yang kudapat dari pertanyaanku hanyalah gelengan kepala.

“Bukan, bukan Haruki-ssi. Aku bisa digampar pacarnya jika aku melamar dia,”jawab Taehyung. Ia menyeruput lagi caramel machiato-nya. Aku jadi semakin penasaran, karena seingatku Taehyung tidak memiliki begitu banyak kenalan perempuan.

“Siapa?”

“Aku takut jika aku menjawab, kamu akan marah. Aku….aku tidak yakin dia menyukaiku atau tidak. Namun aku tidak akan salah dengan yang kurasakan -walau aku aneh. Aku sudah menyukainya sejak zaman SMP, saat aku melihat perubahan pada bentuk fisiknya. Percaya atau tidak, aku hanya bertingkah aneh di depannya saking gugupnya. Aku pernah ingin menembaknya, namun saat itu ia sedang berpacaran dengan senior di SMA,”Taehyung berhenti sejenak untuk minum sebelum melanjutkan kembali.

“Nama senior itu Kim Seokjin,”aku tersedak kopiku sendiri saat mendengar nama yang disebut Taehyung. Seokjin?

“Tunggu, to the point. Siapa perempuan itu?”tanyaku langsung. Aku tidak mau terlalu ge-er -toh mantan Seokjin bukan hanya aku.

“Kamu,”aku tersedak kedua kalinya saat Taehyung langsung menjawab tanpa ragu-ragu. Well, Kim Taehyung memang unpredictable. Taehyung mendorong cincin itu ke arahku.

“Aku siap jika kamu tolak,”gumamnya. Perlahan, ia membuka kotak itu. Menunjukkan sebuah cincin berlian yang sangat cantik.

“Taehyung-a, kau serius? Yang kau suka itu aku?”tanyaku. Aku masih tidak percaya dengan apa yang baru terjadi. Walau Taehyung memang unpredictable, kali ini ia over-unpredictable.

“Baru kali ini aku serius, La,”jawab Taehyung lamat-lamat. Pandanganku jatuh pada cincin itu lagi.

Yeppuda,“gumamku pelan sambil mengelusnya perlahan. “Tapi aku belum bisa menikah sekarang, Tae,”ujarku sambil menutup kotak itu dan mendorongnya kembali ke Taehyung. Kulihat Taehyung hanya tersenyum tipis.

“Aku tahu itu,”lirihnya. “Kamu tidak menyukaiku,”lanjutnya.

“Tidak, bukan itu alasanku,”sahutku buru-buru. “Aku masih berumur 22 -masih terlalu muda untuk menikah. Bukannya aku tidak menyukaimu, hanya saj-“kata-kataku berhenti saat tiba-tiba Taehyung memegang tanganku dan mencondongkan tubuhnya ke arahku.

“Kau menyukaiku?”tanya Taehyung riang. Aku hanya mampu mengangguk seadanya karena rasa gugup mendadak menguasaiku. Kupu-kupu mulai berterbangan di perutku dan rasa panas mulai terasa di pipi dan tanganku.

“Kalau begitu aku akan menunggu, setidaknya sekarang status kekasihmu bisa aku miliki kan?”tanya Taehyung. Aku tidak mengerti apa yang ia maksudkan hingga ia mengecup bibirku pelan. Berusaha menikmati setiap bagian bibir berpoles lipstik nude-ku.

Saat ia melepaskan ciuman itu, ia membisikkan sesuatu di telingaku, membuatku paham dengan maksudnya.

You’re mine now. I’m Kim Taehyung, your bae from now.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s