#ThoughAbout New Author(s) + Tips!

 104

Semua orang mempunyai awal, termasuk dalam menulis

Halo! Malam yang dingin dan sepi ini aku akan menulis tentang apa yang aku pikirkan tentang penulis baru (dalam tulisan ini, yang dimaksud adalah penulis fanfiction pemula).

Sebelum ada pihak yang terluka, aku minta maaf jika tulisanku ini menyakiti perasaan kalian *deep bow*

Dalam dunia per-fanfiction, kehadiran author-author jelas berperan penting. Entah itu author lama dengan diksi yang setara dengan Kitab Epos Mahabharata / Ramayana maupun author baru dengan diksi yang santai. Well, setiap orang memiliki ciri khasnya sendiri dalam menulis. Seperti aku yang keseringan ngetik italic karena kebanyakan pakai bahasa asing -_-

Setelah melalui hasil survey selama setahun ini, aku berpendapat bahwa beberapa author pemula memakai prinsip “Sing penting dadi”. Bukannya aku dan beberapa orang yang sudah cukup lama dalam hal tulis-menulis nggak pernah ngalamin fase itu. Author-author yang sudah cukup lama ini pasti memiliki sebuah file / post berisikan fanfic jadul.  Jujur, aku sendiri juga pernah ngalamin ‘-‘) (yang berminat baca fanfic jadulku silahkan baca disini ) Disitu aku masih pakai nama S-tee tanpa embel-embel ‘Alpha’ :’)

Namun semakin kesini, setelah menerima banyak feedback tentang cerita yang aku buat, aku mulai berfikir, ‘Oh, aku harus melakukan sesuatu agar pembacaku senang dengan karyaku’. Lalu aku pun pergi ke dukun mulai mendatangi beberapa author-author senior yang aku cari dengan bantuan Google. Aku baca satu-satu, lalu aku lihat komentar-komentarnya. Aku akhirnya menemukan cara agar aku bisa menyenangkan pembacaku. Plot bagur, lenght yang pas, diksi dan pemilihan cast yang bagus. serta cover pendukung yang akan menjadi pemanis.

Jadilah fanfic-fanficku yang sekarang (yang 180 derajat berbeda dengan fanfic jadulku).

Well, semua orang memiliki awal, termasuk dalam hal menulis. “Menulis hanya untuk memuaskan nafsu saja”, tidak, jelas itu salah besar. Menulis memang untuk memuaskan nafsu menulis, mengeluarkan ide yang nimbun di otak… Menulis juga bertujuan untuk menghibur (walaupun tidak di-post, masih ada kamu kan untuk membaca karyamu sendiri?). Menulis untuk memberikan pembaca sebuah kesenangan, bukan badmood dadakan.

Entah berapa kali aku nemuin kasus dimana pembaca malah bete sama penulis karena tulisannya yang kurang memuaskan. Di bawah ini aku akan menulis bagaimana caranya bisa memuaskan pembaca :

  • First of all! Tentuin dulu alur ceritanya.
    Ini penting untuk menghindari author’s block ke depannya. Bukan sekali aku menemukan fiction yang keren banget diksinya, namun alurnya ngalor ngidul. Jika susah dibayangkan, tulislah dalam sebuah kertas. Coret-coret semaumu tentang alurnya. Jika bisa, buatlah alur yang anti-mainstream.
  • Kedua! Cari cast yang cocok.
    Aku mau pakai EXO ah!” “Suju! Suju!” “Winner aja, keren!” BERHENTI PAKAI CAST YANG SAMA! Tidak mungkin kamu selamanya memakai tokoh yang itu-itu aja. Terkadang, pasti kamu terpaksa harus Out of Character karena tokoh yang kamu pilih itu nggak cocok. Cari tokoh yang cocok. Dunia K-Pop nggak sebatas EXO, Winner, L, Suzy, dll dll. Masih banyak artis K-Pop yang bisa kamu pakai. Hansol Topp Dogg yang kekanak-kanakan, Leo VIXX yang dingin dan diam, atau mungkin Jimin AOA yang tegas namun imut dalam waktu bersamaan. Cobalah hunting cast lain. Memangnya kalian nggak bosan nulis dengan cast yang sama terus?
  • Jangan sekali-kali pakai kata-kata yang kamu nggak ngerti benar-benar.
    Memang, dalam K-Fanfiction, sering ditemukan banyak kata-kata korea. Oppa, hyung, noona, dongsaeng, sasaeng, appa, eomma, namja, yeoja, appa/appo, ppalli, jeongmal/jinjja, mianhae/jwisonghamnida, gomawo/kamsahamnida, neomu, saranghae, saram, dll dll. Aku yakin K-popers tahu kosakata Korea yang dasar itu. Namun, tidak semuanya paham jika kamu menulis “Niga neomu bogoshipo”, “hendeuro”, “jalhanda!”, “jalmuthaesso”, dll. Jadi, gunakanlah bahasa Indonesia. Nggak bagus kalau dalam ff itu banyak kata ”Na” “Ne” “Neo”. Nggak usah sok bahasa Korea kalau hasilnya malah “Na ne neo mirip suneo” :’) Dan satu lagi, kata “ne” itu untuk jawaban, bukan pertanyaan.
  • Alur udah, cast udah, diksi udah.
    Kalau begitu udah semua? Belum! Ada satu lagi yang harus dilakukan. Selama menulis, coba hayati tokoh demi tokoh. Rasakan bagaimana rasanya seakan hidup di dalam ceritamu itu, karena pada dasarnya fanfiction itu berusaha menjawab rasa penasaran ‘Jika biasku begini bagaimana, ya?’. Setelah selesai, koreksi lagi, adakah typo, alur yang janggal, dan kekurangan lainnya. Jika kamu siap memposting ceritamu, jangan lupa beritahu Genre, Lenght, Rating, serta cast dan sinopsis agar pembaca tertarik membacanya.

Sekian yang bisa Alph sampaiin. Semoga bisa membantu kesusahan para author baru~

Peace~

alphastee

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s