#Tanty’sDaily Aib and Failed Diet [14-02-2016]

PicsArt_1455453368866.jpg

It’s been a while I wrote the last #Alpha-Daily but whatever!

Halo! It’s been a while haha (and I don’t think there’s someone waiting for this). Yes, Tanty kembali meramaikan wordpress yang nyaris dihinggapi masa lalu  laba-laba. And actually I don’t know why I dare to write it.

BUT I WRITE IT!

Okay, jadi alasan di balik kejadian aneh hari ini (read : aku tiba-tiba posting gak jelas) adalah DIETdan AIB! Err, why diet is sooooooo hard? -_-

Banyak yang bilang aku kurus. And no I’m not indicated as thin. Mungkin karena walau aku makan banyak, nggak begitu banyak perubahan di tubuhku. Apalagi aku dikaruniai kemampuan untuk makan banyak makanan tanpa perlu khawatir soal alergi (Because my alergy is on some meds). Banyak yang bilang itu anugrah, but for me it’s something that I regret.

‘Why? Kan enak bisa makan macam-macam?’

YES, I DO CAN. Tapi gara-gara ‘anugrah’ inilah aku nggak bisa -ekhem- stop ngemil. Mulutku itu pinginnya ngunyaaaaaaah mulu, padahal udah berkali-kali niat buat diet, buat ngehemat uang.

Alhasil, hal ini juga berdampak pada dompet yang jarang banget penuh T~T

Masalah keuangan bisa sih dikendaliin. Tapi masalah makan ini yang gak bisa dihentiin. It’s like, “Hell! I just wanna have ideal body!”

YES, I DO HAVE NORMAL BODY MASS INDEX UNTIL MY WEIGHT IS 60+.

Sebenarnya dulu ada niatan buat diet, dan udah dilaksanakan. Hasilnya pun keliatan banget. Sukses besar malah. Berhasil turun 2 kilo dari 53 jadi 51 dalam liburan akhir semester kemarin. Seragam sekolah yang awalnya press body udah nggak lagi. Lemak di perut pun berkurang.  And that’s making me happy! Yes, my diet was success!

Tapi itu hanya ‘was‘ bukan ‘is‘ T~T

Sekarang, setelah tahu kalau aku masih long way to be indicated as fat gara-gara BMI itu, hancur sudah semua keinginan untuk diet. Aku langsung kalap ke indomaret, beli makan sebanyak uangku saat itu, dan itu berlanjut hingga sekarang aku sadar udah tambah chubby.

Aku emang pernah bilang kalau pipi itu aset kecantikanku yang berharga (err, do I say my beauty? I’m not beauty -_- PEOPLE DOES!)

Sebenarnya nggak masalah juga sih mau gendut apa nggak, toh penggemar masih antri minta id line. But ini jadi masalah saat aku mau foto harus cari angle yang bagus supaya nggak keliatan terlalu tembem.

Baru sadar pas kemarin wefie bareng anak BKT dan shit mukaku bulat sekali wakakak

final1455448546871
Aku yang paling pojok, yang matanya cuman kelihatan satu HAHA

Dan, setelah melihat hasil foto yang begitu bulat, aku jadi sering-sering bercermin. Ngerabain wajah sama pipi (karena bias terlalu jauh jadi susah diraba /g). Lalu tangan pindah ke perut, and “ASTAGA ITU PERUT APA GUNUNG, GEDE AMAT?!”

Sebenarnya, perutku nggak sebuncit para bussinessman gitu. Nggak menjulang semacam gunung. Cuman perutku lebih tinggi daripada yang di bawahnya (but the upper still higher than it HAHAHA). Alasan diet cuman itu aja sih : ngecilin perut!

Selain masalah perut, masalah lain dan mungkin ini aib yang paling besar adalah, I was so ugly.

Emang benar, selama masa SMA, bukan cuman satu-dua siswa yang minta id line. Emang benar, aku pernah bikin kakak kelas nutupin jalan cuman gara-gara minta kenalan. And yes, aku adalah siswi yang bisa buka jalan dari kerumunan siswa itu.

But, I was ugly when I was Junior High School student.

Bukan jelek sih sebenarnya, cuman nggak merhatiin penampilan. Buatku dulu, ke sekolah pakai baju yang nggak disetrika itu sah-sah aja (selama nggak kelihatan kusut). Dulu, jilbab putihku bisa berubah warna jadi kuning atau abu-abu saking malasnya aku buat nyuci. Dulu, aku ke sekolah tanpa cuci muka dan pakai bedak, bikin penampilanku kumus-kumus banget.

Saking nggak merhatiin, pas foto buku kenangan, aku doang yang nggak bedakan dan pakai baju seadanya. And that’s my biggest secret I hold right now.

Sekarang aku emang gak bisa yang namanya keluar rumah nggak pakai bedak sama kasih lipbalm (biar kalau misalnya ketemu cowok tampan udah siap fisik HOHO)

But when I try to think about my past, aku serasa nipu orang banyak. Mereka lihatnya aku yang sekarang, yang udah sadar harus merhatiin penampilan. And they adore me because of what I look right now. Mereka bilang aku beruntung dapat muka sama fisik yang bagus dari lahir.

Well, I was ugly back then. I was so blind about fashion and make up. I was an ugly-duck before.

And I tried to change myself.

Aku ngerubah fisikku, dari buruk jadi bagus, nggak lewat cara instan kayak pergi ke klinik atau minum suplemen. Aku nggak pakai macam-macam, serius. Aku cuman rajin cuci muka pakai air bersih sama pakai foundation merek Kelly biar kelihatan putih dikit. Serius. Aku nggak pernah yang namanya spa, facial, and other thing girls do. No, I didn’t. Because I know, later my face will aging faster than other, and I don’t want that.

So, buat gadis-gadis remaja di luar sana yang struggling about looks, don’t worry. Jangan berusaha ambil jalan pintas buat ngerubah fisikmu. Jangan pernah membuat dirimu indah untuk sesaat. No, please don’t. Just treat yourself as fine as possible.

“Resep biar cantik itu hidup sehat,” –said Bunda Norma tercinta. And that’s true. Because your beauty starts from the inside.

Love,

Tanty Krisnasari Safira

Advertisements
Posted in log

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s