#fanfiction

tumblr-ish5

Of Anger and Ego


“Apa yang kau lakukan di sini?!”

Tangannya jelas menghentakkan dinding di belakang, jelas-jelas memerangkap Adora di tengah tubuh mungil gadis itu. Adora hanya bisa mengerut, menciut, lantaran tatapan pria di depannya terlalu mendominasi –seakan berkata padanya untuk menurut.

“A -aku… hanya….”

Saat ia sudah mengumpulkan suaranya, Adora tidak tahu apa yang harus ia ucapkan. Alibi apa yang harus ia gunakan untuk meredam amarah Yifan  -pria itu.

“JAWAB AKU!”

Yifan memukul dinding sekali lagi, semakin menciutkan nyali Adora.

“Maaf, Om. Aku…aku minta maaf.”

Yifan mengacak rambutnya, merasa semakin lelah. Belum cukup kerjaan yang menumpuk di kantor, yang harus ia tinggal lantaran seorang barista kenalannya di bar ini melihat Adora bersama pria lain. Oh Tuhan, sudah cukup kegagalan anak buahnya di rapat pagi ini yang membuatnya menggila. Sudah cukup!

Isakan Adora mendorong sisi baik dan penyayang Yifan keluar sepersekian persen. Meski belum cukup untuk mengontrol emosinya, setidaknya pada kadar yang cukup untuk bertanya lembut-lembut.

“Siapa pria tadi?”

Suara Yifan melembut, menggoda Adora untuk mendongak dan melihat bagaimana raut kekasihnya.

“Dia siapamu, Adora Sayang?”

Yifan mengelus rambut Adora (dan sumpah, Yifan mati-matian menahan nafsunya untuk tidak berbuat lebih. Termasuk menoleh semakin ke bawah).

Fuck this lust.

Yifan sedikit mengerang sebelum melepas jas hitamnya dan menutupi tubuh Adora yang hanya ditutup gaun maroon dengan belahan rendah (and shit, Yifan bersumpah, jika saja sekarang ia tidak marah, gaun Adora sudah berakhir di lantai di kamar apartemennya).

“Kamu butuh uang, Sayang?”

Yifan memeluk Adora yang semakin histeris di pelukannya.

“Maaf, Om. Maaf. Aku… Maaf.”

Yifan mengelus rambut Adora, lembut -penuh kasih sayang. “Shh, tenanglah. Aku tidak akan memaksa jawabannya, kok. Tenanglah dulu.”

Adora mengeratkan genggamannya di lengan Yifan. Terkejut menemukan Yifan malah membuatnya senyaman ini setelah emosi sehebat tadi.

“Maaf, Om.”

“Hmm?”

“Om Yifan percaya aku, kan?”

“Hmm,” Yifan tersenyum tipis. “Iya, sebelum menemukanmu dalam pelukan pria itu dan kamu dibalut baju seseksi ini.”

“Aku cantik?”

“Tidak, kamu sangat jelek dengan baju seperti ini.” (Iya, Yifan berbohong. Tetapi gengsi lah untuk memuji Adora di kondisi seperti ini.)

Adora menghentakkan tubuhnya, “OM!”

“Kamu masih kecil, Sayang.” Yifan mengacak rambut Adora. “Kaos putihku lebih cocok di tubuhmu, Non.”

“Tap-”

Adora membelalakkan mata begitu Yifan menunduk dan menciumnya sekilas.

“Kenapa kamu di sini?”

Sial. Jika Yifan sudah memasang wajah setampan ini, bagaimana bisa Adora menghindar?

“Aku…tadi itu…. Aku menemani Om-ku.”

“Hmm? Kamu punya Om selain aku, Non?”

“Om! Dasar cemburuan!”

“Bagaimana aku tidak cemburu, Sayang?” Yifan mengacak rambut Adora, gemas.

Adora merengut, “Yang bersamaku tadi Om Jonathan, yang pernah aku kenalin ke Om Yifan. Inget?”

Yifan termenung sebentar. Mencari nama Jonathan di memorinya. Otaknya terlanjur buntu, sayangnya. Yang ia ingat hanya masalah kantor dan Adora.

“Nah, Om Jo kan jomblo, dia minta aku buat nemenin dia di birthday party-nya temennya Om Jo. Aku nggak macem-macem, kok.”

Yifan sudah terlalu lelah. Malas memikirkan masalah ini lagi. Malas pula untuk menahan nafsu dan gengsinya di depan Adora. Maka dari itu, Yifan menarik Adora pergi.

“Ayo ke apart, temani aku tidur malam ini. Aku nggak mau lihat kamu pakai baju ini lebih lama lagi.”

“Om udah nggak marah?”

“Masih,” Yifan menarik Adora keluar dari bar ini. “Tapi Om males mikirin lagi. Om udah capek.”

Adora menggerutu pelan di belakang, “Udah capek, masih nyuruh aku ke apart. Dasar mesum.”

“Eh?” Yifan berbalik. “Aku hanya menyuruhmu menemani Om tidur, bukan macem-macem. Apa yang kamu pikirkan, Non? Dasar mesum haha.”

“OM!”


little note : I know I’ve been un-consistent. Sorry for that.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s